Bupati Adipati Tandatangani MoU Program Pembinaan Petani Kopi Dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri

KBRN,Way Kanan : Pemerintah Kabupaten Way Kanan menjalin Kerjasama dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri dalam Program Kegiatan Pembinaan Petani Kopi Dalam Rangka Peningkatan Produksi Kopi Berkelanjutan/Lestari yang ditandai dengan Penandatanagan Naskah Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri yang dihadiri oleh General Manajer, Handi Kurniawan  di Gedung Serba Guna Pemkab Way Kanan (14/01/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Adipati mengatakan bahwa Kabupaten Way Kanan merupakan Daerah Agraris, dimana mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani, maka dari itu sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten Way Kanan karena mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan dukungan potensi SDA yang memadai maka hampir 80% penduduk Way Kanan bermata pencaharian di sektor pertanian, peternkan, perkebunan dan perikanan. Dimana dari berbagai sektor tersebut sektor perkebunan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten Way Kanan dengan potensi luas lahan perkebunan 96,406 ha.

“Pada Subsektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian Daerah, yang dapat dilihat dari kontribusi subsector perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Way Kanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%. Dan salah satu komoditas unggulan perkebunan adalah kopi, namun secara umum peran kopi sebagai pendapatan petani belum menggembirakan, karena harga kopi ditingkat petani selalu pada kondisi sub-optimal dan tidak menguntungkan bagi petani maupun industri olahan kopi," jelas Bupati Adipati.

Dirinya menjelaskan  bahwa rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas yang berdampak pada pendapatan yang diterima petani relative rendah dan fluktuatif. Yang pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional sehingga produktivitasa yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai sekitar 50% dari potensi maksimal. Dengan telah terjadinya pergeseran permintaan dari konsumen kopi terhadap mutu dan cita rasa kopi yang lebih baik, dengan adanya jaminan mutu yang pasti, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu, serta berkelanjutan juga merupakan beberapa syarat yang dibutuhkan agar biji kopi dari Kabupaten Way Kanan dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan,Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang praktik budidaya kopi berkelanjutan dan praktik manajemen penanganan pasca panen yang baik, serta meningkatkan produktivitas kopi berkelanjutan di Kabupaten Way Kanan, kami berharap dapat terjalin kerjasama dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri selaku Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan biji kopi, melalui program kegiatan pembinaan petani kopi dalam rangka peningkatan profuksi kopi berkelanjutan/lestari, dengan target capaian adalah 61 Kelompok Tani .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar