Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Pemkab Way Kanan Larang Pesta Perayaan Tahun Baru

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya/foto: RRI (Ikhwan)

KBRN, Bandarlampung: Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 pada akhir tahun 2021 direspon positif oleh pemerintah daerah.

Di Kabupaten Way Kanan, pemerintah setempat melarang pesta perayaan tahun baru, untuk mencegah lonjakan kasus pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kabupaten Way Kanan masih menerapkan PPKM Level 1. Meskipun demikian, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menyatakan kesiapannya mengikuti kebijakan PPKM level 3 selama akhir tahun 2021 untuk mencegah lonjakan kasus pada libur Nataru.

“Kita tidak mengizinkan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang bentuknya mengumpulkan cukup banyak massa. Misalkan perayaan-perayaan tahun baru nanti di tempat-tempat wisata dan sebagainya kita tidak izinkan. Tapi kalau orang berwisata, kita tetap izinkan,” kata Raden Adipati Surya.

Selain itu Adipati juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Way Kanan, tidak cuti serta melakukan perjalanan keluar daerah selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Kita juga mengimbau ASN dan seluruh masyarakat untuk tidak bepergian. Jadi kita nikmati saja di Way Kanan ini ya,” tandasnya.

Larangan pesta perayaan tahun baru, pesta kembang api, serta berbagai acara yang berpotensi menyebabkan kerumunan di Kabupaten Way Kanan mendapat dukungan dari masyarakat setempat.

Namun seorang warga Azshari Ardian meminta pemerintah lebih memperketat pergerakan masyarakat yang datang dari luar daerah.

“Saya sebagai masyarakat sangat setuju dengan adanya larangan pesta perayaan tahun baru oleh pemerintah. Namun pemerintah harus lebih menekankan pengawasan terhadap pergerakan masyarakat yang datang dari luar daerah. Namun kegiatan masyarakat seperti di perkantoran jangan ada pelarangan, karena kami kan mencari nafkah,” tuturnya.

Sesuai rencana, Pemerintah Pusat akan memberlakukan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 yang kini sudah menunjukkan penurunan.

Imbas dari kebijakan tersebut, kegiatan masyarakat di ruang publik akan kembali dibatasi, seperti kegiatan di tempat ibadah, bioskop, tempat makan minum, serta pusat perbelanjaan. Selain itu masyarakat juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar