Butuh Peran Masyarakat Dalam Peningkatan Layanan Fasilitas Air Sanitasi dan Kebersihan di Puskesmas

KBRN, Metro: Sebanyak  dua puluh orang perwakilan kelompok masyarakat di Kota Metro mengikuti Workshop Penyusunan Indikator Peningkatan Kualitas dan Layanan Fasilitas Air Sanitasi dan Kebersihan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Workshop diselenggarakan selama tiga hari, pada Kamis hingga Sabtu, 21-23 Oktober 2021 mendatang, dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.  Workshop tersebut diselenggarakan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan SNV berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan, di Aidea Grande Metro.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati selalu penanggung jawab kegiatan menyampaikan workshop merupakan rangkaian dari kegiatan program WASH in HCF (water sanitation and higiene in health care facilities) di Kota Metro.

“Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membuka pemahaman dan meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat dan tenaga kesehatan dari puskesmas yang tergabung dalam kelompok kerja (Pokja) WASH di Kota Metro tentang pentingnya peningkatan layanan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di Puskesmas yang Inklusif, yang bisa diakses oleh siapapun, sebagaimana mandat dalam tujuan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Febri dalam keterangan yang diterima RRI.co.id, Jumat (22/10/2021).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Sri Mintarti, M.Kes. mengatakan Puskesmas merupakan garda terdepan tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan puskesmas perlu mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat dan para pihak lainnya dalam menjaga dan meningkatkan layanan dan fasilitas.

“Peran serta masyarakat sangat diperlukan agar pelayanan dan fasilitas di puskesmas selalu prima, khususnya dalam peningkatan layanan fasilitas air sanitasi dan kebersihan, masyarakat diharapkan bukan hanya sebagai pengguna layanan tetapi juga harus berperan dalam upaya menjaga dan memelihara serta turut serta meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas,” ungkap Mintarti.

Narasumber dalam workshop berasal dari World Health Organization (WHO) Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, SNV dan YKWS. Pada hari pertama peserta diberi materi pengenalan WASH FIT untuk mengukur keberapa layanan dan fasilitas air sanitasi dan kebersihan di fasilitas kesehatan oleh narasumber dari SNV dan WHO Indonesia.

National  Officer for Environmental Health WHO Indonesia Indah Deviyanti menyampaikan secara global, akses ke layanan WASH mendasar di fasilitas kesehatan masih buruk. Selain itu penyediaan layanan WASH di fasilitas kesehatan seperti puskesmas di Indonesia juga belum semua mengakomodir kebutuhan penyandang disabilitas.

“Jangan menyebut fasilitas pelayanan kesehatan jika tidak tersedia air sanitasi dan higiene, WASH sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia selama wabah penyakit menular seperti Covid-19, Diare dan lainnya, penyediaan WASH  tentunya juga harus dapat diakses oleh siapapun di seluruh fasilitas kesehatan,” tutur Devi.

Devi juga menambahkan perlu peran serta masyarakat untuk memberikan masukan kepada penyelenggara layanan dalam peningkatan fasilitas dan kualitas layanan WASH di fasilitas kesehatan.

“WASH Fit bisa bersama-sama digunakan oleh tenaga kesehatan dan masyarakat yang tergabung dalam team untuk mendapatkan gambaran penyediaan fasilitas, sehingga hasilnya bisa menjadi dasar dalam peningkatan kualitas layanan dan fasilitas,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00