Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Way Kanan Perlu Perbaikan

KBRN,Way Kanan: Jembatan penghubung antara Dua Kecamatan yakni Kecamatan Baradatu dan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan terletak di Dusun IV Tiuh Balak 2 menuju kampung Setia Negara, Baradatu hampir tidak dapat bisa dilewati.

Akibatnya jembatan tersebut menjadi uji nyali bagi warga sekitar yang melintasinya, Jembatan gantung dengan lebar 1.5 M dengan panjang kurang lebih 50 M serta ketinggian 15 Meter di atas permukaan sungai Way Besai tersebut merupakan jalan Kabupaten, akses vital bagi warga setempat untuk mengangkut hasil bumi para petani, yang juga akses anak-anak menuju sekolahnya.

Seorang Warga setempat, Marma Dengan penuh kehati-hatian karena takut jatuh ke bawah (Sungai yang dipenuhi batu akibat permukaan jembatan yang hanya menggunakan balok kayu yang sudah lapuk, itupun juga diperoleh dari swadaya dan kesadaran masyarakat setempat untuk memperbaikinya, sehingga membuat warga melintasinya musti ekstra hati-hati, karena takut tergelincir dan jatuh, apalagi jika mengendarai Motor yang bermuatan penuh tentu perlu kehati-hatian yang.

“Rasa ketakutan dan was-was akibat jembatan yang naas tak bisa dilewati ini sudah menjadi uji nyali bagi kami, (warga setempat red), karena merupakan akses vital ketika ingin ke pasar Baradatu atau menjual hasil alam serta anak anak sekolah yang musti melewati jalan ini,” Jelas Marma.

Selama dirinya tinggal di lingkungan tersebut lanjut Marma, Dirinya mengaku jembatan gantung itu memang belum pernah ada perbaikan yang dilakukan oleh pihak terkait, Namun pernah ada perbaikan itupun gotong royong menggunakan swadaya masyarakat, seperti mengganti papan lantai jembatan tetapi kerangka jembatan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah sangat buruk.

“Setahu saya jembatan ini memang sudah ada sejak zaman Belanda, tapi ya gini-gini aja tidak ada perubahan, paling sedikit perbaikan dengan adanya gotong royong menggunakan swadaya masyarakat, seperti mengganti papan lantai jembatan tetapi kerangka jembatan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan karena sudah sangat buruk’’ Keluh Marma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00