Lapas Kalianda Deklarasi Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal dan Narkoba

KBRN, Lampung Selatan: Lapas Kelas IIA Kalianda bersama aparat penegak hukum di Lampung Selatan, melaksanakan Deklarasi Perang Terhadap Alat Komunikasi Ilegal dan Narkoba, Jumat (24/9/2021).

Deklarasi ini merupakan Langkah Progressive Lapas Kalianda Sebagai Tindak Lanjut atas Instruksi Dirjen Pemasyarakatan nomor PAS-PK.02.10.01-1147 tanggal 19 September 2021 tentang Penertiban Jaringan Listrik, Handphone dan Peningkatan Kewaspadaan Keamanan dan Ketertiban Pada UPT Pemasyarakatan.

Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19 yang ketat. Sehingga, penyelenggaraan kegiatan jauh dari resiko penularan.

Dalam pencegahan, para peserta wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk ke dalam ruang acara, dan menjaga jarak antar peserta kegiatan.

Kadivpas Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi turut menjadi saksi dalam peristiwa bersejarah Lapas Kalianda tersebut.

"Kepala BNNK Lampung Selatan, Kapolres, Komandan Kodim 0421, Kajari, dan Ketua PN Kalianda turut hadir menyaksikan kegiatan. Warga binaan pemasyarakatan Lapas Kalianda mengucap pernyataan komitmen berperang melawan alat komunikasi ilegal dan narkoba di Lapas. Komitmen dibacakan warga binaan menggunakan baju Pramuka," kata Kadivpas Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi.

Pernyataan komitmen juga diucapkan Petugas Lapas Kalianda yang dibacakan oleh Ka. KPLP, Iwan Patra, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Ka. KPLP, Kasi Administrasi Kamtib, Afan Sulistiono, dan Kepala Regu Pengamanan 3 dan 4 yaitu Zikron dan Arbain.

Sementara Kepala Lapas Kalianda Lampung Selatan, Dr. Tetra Destorie juga mengungkapkan, bahwa telah banyak upaya dan langkah-langkah progressive yang dilaksanakan pihaknya dalam memberantas handphone ilegal dan narkoba di Lapas Kalianda.

"Kami telah mengupayakan berbagai langkah-langkah progressive yang nyata dalam perang memberantas handphone ilegal dan narkoba. Dalam hal ini, perang bukan hanya diucapkan, tetapi harus dilakukan, maka kami deklarasikan secara tegas," tandasnya.

Kalapas melanjutkan, Salah satu upaya nyata yang telah kita lakukan adalah razia rutin oleh Internal Lapas, lalu razia gabungan dengan APH Lampung Selatan ke seluruh blok hunian.

Guna memastikan tidak ada Handphone yang digunakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan dan adanya peredaran gelap narkoba, lalu pelaksanaan tes urine.

"Kami meminta kepada APH di Lampung Selatan untuk terus bersinergi bersama Lapas Kalianda, dalam membantu mengawasi situasi di Lapas. Sehingga Lapas menjadi aman dan kondusif. Kami juga selalu meminta kepada semua pihak khususnya APH Lampung Selatan untuk secara bersama-sama turut mengawasi, mengoreksi kami berdasarkan catatan-catatan dari bahan koreksi tersebut, yang akan kami jadikan bahan evaluasi internal dalam melakukan perbaikan kedepannya," tegas Dr.Tetra Destorie.

Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Ikhlas juga memaparkan bahwa peredaran gelap narkoba di Lampung Selatan tidak akan bisa diberantas apabila Aparat Penegak Hukum di Lampung Selatan belum bersinergi.

"Ini tugas berat kita semua, ada dua poin di sini yang harus kita berantas, satu alat komunikasi di Lapas. Kedua peredaran gelap narkoba. Dalam memberantas, kami masih belum sanggup apabila kita, APH Lampung Selatan belum bersinergi. Permasalahan yang sedang dihadapi saat ini, yaitu memberantas handphone dan narkoba merupakan persoalan yang berat dan memang sulit diberantas. Tetapi ini merupakan tantangan bagi kita sebagai pegawai untuk membuatnya menjadi zero. Maka tadi sesuai apa yang telah dikatakan Kalapas mengenai upaya pemberantasan harus dilakukan, bila dilakukan dengan sinergi akan berhasil. Semoga Allah SWT meridhoi apa yang kita kerjakan," tegas  AKBP Ikhlas.

Usai kegiatan, petugas Lapas Kalianda beserta seluruh APH di Lampung Selatan, secara bersama-sama menggeledah seluruh Blok Hunian Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kalianda.

Kegiatan penggeledahan digelar dengan cara-cara yang humanis dan menggunakan teknik persuasi yang baik, sehingga seluruh warga binaan pemasyarakatan bersikap kooperatif, serta kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

Tim berhasil menyita sejumlah barang-barang yang dilarang beredar di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan, yaitu paku, botol kaca, sendok besi, kartu remi, cermin, cutter, silet dan pisau cukur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00