Kasus Stunting Tinggi, Danone dan YKWS Gelar TOT di Tanggamus

KBRN, Tanggamus: Kabupaten Tanggamus masih menjadi salah satu daerah dengan kasus stunting tinggi di Indonesia. Sampai tahun 2021 setidaknya ada 26 pekon/desa dari 9 kecamatan yang masih menjadi locus stunting.

Stunting adalah kondisi anak yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Stunting dapat terjadi karena kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Stunting juga disebabkan karena pola asuh yang salah, penyakit bawaan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang baik.

Sementara, sanitasi adalah faktor sensitif yang menyebabkan stunting pada anak. Perilaku bersih dan sehat, pengolahan makanan dan minuman yang sehat, dan kebersihan lingkungan menjadi sangat penting bagi kesehatan anak.

Stunting pada anak usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus karena menyebabkan buruknya kemampuan kognitif, terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan serta rendahnya produktivitas.

Untuk itu, intervensi melalui peningkatan pemahaman akan pentingnya konsumsi gizi seimbang, metode pengajaran di sekolah, pendidikan parenting, dan perilaku hidup sehat menjadi hal yang krusial.

Danone Indonesia melibatkan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan satuan PAUD, meluncurkan edukasi Isi Piringku yang terangkum dalam Kelas Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah (CERDAS) di Tanggamus, Lampung.

Dalam rangkaian program CERDAS dilakukan TOT atau Training of Trainer, yang diikuti 20 guru PAUD mewakili 20 kecamatan di kabupaten Tanggamus.

Program TOT menjadi salah satu program peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD yang nantinya akan dijadikan trainer, yang akan mengedukasi orang tua siswa maupun lembaga pendidikan usia dini.

Kegiatan itu dilaksanakan selama 2 hari mulai 21 sampai dengan 22 September 2021 di Tanggamus.

Trainer yang menjadi mentor pada TOT ini adalah Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus.

Direktur YKWS, Febrilia Ekawati mengapresiasi seluruh peserta dan menyampaikan bahwa pencegahan stunting menjadi tugas bersama.

"Program CERDAS ini diharapkan dapat menjadi gerakan bersama sehingga pencegahan stunting di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan maksimal," kata Febrilia Ekawati, dalam keterangan yang diterima RRI.co.id, Rabu (22/9/2021) sore.

Psikolog anak yang juga Dekan Universitas Muhammadiyah Lampung, Setriani M.Psi menyampaikan pentingnya pendidikan yang dilakukan oleh orang tua untuk anak.

"Orang tua harus bisa memahami gejala yang ada sebagai parameter dalam perkembangan anak," urainya.

Setelah mengikuti TOT peserta diharapkan mampu menjadi leader bagi pencegahan stunting di Kabupaten Tanggamus.

Selain itu TOT juga menjadi inisiasi bagi terbentuknya sinergi antara HIMPAUDI, IGRA dan IGTKI dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00