Dukung Produktifitas Petani Lampung, PT. Pusri Sosialisasikan Pupuk NPK Singkong

KBRN, Bandarlampung: Sebagai upaya mendukung produktifitas petani Lampung, PT. Pusri mensosialisasikan pupuk NPK khusus singkong kepada para petani di daerah ini.

Vice Presiden (VP) Humas PT. Pusri, Soerjo Hartono, Rabu(22/09/21), mengatakan, pupuk NPK non subsidi dari Pusri ini sebagai pendamping pupuk NPK subsidi dari pemerintah jika petani masih membutuhkan pupuk NPK. 

Menurutnya, pupuk non subsidi hasil inovasi dari Pusri ini dibuat secara spesifik yaitu pupuk NPK khusus singkong, dan pupuk ini sangat cocok digunakan petani di Lampung mengingat daerah ini menjadi salah satu daerah penghasil singkong terbesar secara nasional.

Dikatakannya, pupuk NPK Singkong dengan komposisi 17:6:25 ini akan bekerja lebih maksimal jika dipadukan dengan tingkat keasaman tanah yang sesuai dan penggunaan bibit yang baik.

Pupuk NPK ini lanjutnya, mampu meningkatkan hasil produksi singkong 30-50 persen.

"Jadi ini sudah diuji coba, baik riset skala kecil maupun langsung pelaksanaan di lapangan, hasilnya memang lebih besar pak, diatas 30-50 persen," ungkap Soerjo Hartono.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Rintis Jaya Lampung Selatan, Parwoto, menyambut baik adanya sosialisasi mengenai pupuk inovasi dari PT.Pusri ini untuk meningkatkan hasil produksi singkong petani.

"Sosialisasi  seperti ini perlu lebih dimasifkan agar petani mengerti cara penggunaannya, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal, sesuai dengan harapan petani, jangan sampai penggunaan pupuk yang tidak sesuai aturan ditambah kondisi tanah yang tidak mendukung membuat kemampuan pupuk non subsidi ini tidak maksimal sementara petani telah membeli dengan harga lebih mahal," ujarnya.

Petani lainnya dari Kelompok Tani Setia Makmur Lampung Selatan, Waspodo mengaku, dalam penggunaan pupuk dari Pusri selama ini hasil panen singkongnya jauh lebih baik.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman menjadi petani singkong, hasil panen singkong yang kurang baik, bukan dipengaruhi dari penggunaan pupuk dan kondisi tanah, namun lebih dipengaruhi penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan.

"Dari pengalaman saya menanam singkong selama 16 tahun, dalam penggunaan pupuk Pusri hasilnya panen saya sangat baik," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00