Masyarakat Way Kanan Mengeluh Akibat Jalan Penghubung di Dua Kecamatan Mengalami Kerusakan Cukup Parah.

KBRN,Way Kanan: Kondisi kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Lampung kini semakin membuat resah warga dan pengguna jalan, Akibatnya sudah beberapa kendaraan roda empat yang melintas di jalan yang terletak di Kecamatan Kasui menuju Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan mengalami Kerusakan cukup parah seperti Patah Sok, Masuk Siring, tersungkur terbalik bahkan sudah ada puluhan korban akibat terbalik mengalami patah tulang sehingga mengakibatkan harus masuk rumah sakit.

Paisal warga Desa Tanjung Bulan yang mengeluh akibat kerusakan jalan Provinsi tersebut. Paisal menjelaskan ketika saat pulang kampung kelahiran, Dirinya sangat prihatin dan berharap serta meminta kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan atau peningkatan jalan.

Karena memang lanjut Paisal kondisi jalanan tersebut merupakan penghubung dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kasui dan Rebang Tangkas terutama jalan Kampung Tangkasulak hingga Kampung Tanjung Bulan serta Desa Tanjung Kurung hingga Desa Gincing yang mengalami kerusakan cukup parah sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

Bahkan Paisal menjelaskan bukan hanya saja berlobang yang dalam dan bergelombang, akan tetapi jalan tersebut selalu tergenang air seperti layaknya kubangan kerbau dan jalanan Kuda saat musim hujan.

‘’Saya mewakili Masyarakat dua kecamatan sangat berharap pada Dinas terkait Dalam hal ini PU-PR Kabupaten dan Provensi bahkan dari Balai besar agar kiranya dapat segera memperbaiki jalan tersebut yang kondisinya sangat parah yang meresahkan namun juga sangat menghawatirkan kami sebagai pengguna jalan sebelum ada korban jiwa’’Jelas Paisal.

Hal senada juga disampaikan, Nuar yang merasa heran karena jalanan tersebut  yang kerap dilalui oleh beberapa wakil rakyat yang sering melintas seakan tutup mata dan dibiarkan bertahun-tahun rusak tanpa segera dilakukan perbaikan, apalagi pejabat Kabupaten Way Kanan pun sering melintasi jalan tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00