Penyelundup 1,26 Ton Daging Celeng Illegal Ditangkap

Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung berhasil gagalkan penyelundupan daging celeng illegal sebanyak 1,26 ton, yang hendak diselundupkan ke Tangerang Banten

KBRN, Bandarlampung: Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung berhasil gagalkan penyelundupan daging celeng illegal sebanyak 1,26 ton, yang hendak diselundupkan ke Tangerang Banten, Kamis (29/7/2021) malam. Daging celeng illegal itu diketahui berasal dari Lampung Utara.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin, melalui Kepala KSKP Bakauhen,i AKP Ridho Rafika, mengatakan penggagalan daging celeng illegal tersebut berkat kerjakeras bersama dengan petugas Balai Karantina Pertanian kelas I Bandar Lampung. Daging itu didapati dan dikemas dalam bentuk kardus.

"1,26 ton daging celeng tersebut dikemas dalam 18 kardus, yang dibawa menggunakan bus antar provinsi tujuan Tangerang. Daging-daging ini kami tahan karena tidak dilengkapi dokumen yang sah dan juga tidak sesuai standar keamanan pangan," kata AKP Ridho Rafika, Jumat (30/7/2021).

Saat dilakukan pemeriksaan, awalnya supir bus ini mengaku barang yang dibawanya ini adalah sabun cair. Namun setelah dibuka oleh petugas, ternyata paket tersebut didapati berisikan daging celeng illegal tanpa dokumen.

"Selanjutnya daging celeng illegal ini, kemudian dilakukan penahanan dan kami serahterimakan ke Balai Karantina Pertanian Lampung untuk diproses lebih lanjut. Kemudian untuk barang bukti dagung tersebut disimpan dan dimasukkan kedalam cold storage milik Karantina Pertanian Lampung. Perbuatan ini telah melanggar Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan," tutup KP Ridho Rafika

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00