Viral Video Diduga Jual Hasil Swab di Lampung Selatan, Klinik Sampaikan Klarifikasi

Surat klarifikasi AMC3 Lampung Selatan/ist

KBRN, Lampung Selatan: Sebuah video kembali viral di media sosial terkait dugaan pungutan liar (pungli) rapid test di dalam bus saat penyekatan PPKM di Lampung Selatan.

Kali ini video memperlihatkan seorang wanita mengenakan APD memberikan hasil test sembari memungut uang dari penumpang di dalam bus.

Dalam video berdurasi 1 menit 34 detik yang diterima RRI.co.id menunjukkan seorang wanita dengan menggunakan APD lengkap diduga menjual surat hasil antigen atau swab kepada penumpang bus di rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Petugas itu terlihat berdiri di samping kursi sopir bus. Tangan kirinya memegang sejumlah kertas hasil rapid antigen beserta KTP para penumpang dan sejumlah uang kertas.

Salah satu penumpang yang merekam video terdengar menanyakan nominal harga yang harus dibayar untuk mendapatkan surat hasil hasil rapid antigen.

Dengan lugas wanita itu menjawab pertanyaannya penumpang harus membayar sebesar Rp 90.000, dan masa berlaku surat itu selama 1x24 jam.

Wanita itu sadar ada salah satu penumpang yang merekam aktivitasnya. Ia mengatakan dirinya tidak ikhlas jika videonya diviralkan dan tidak bersedia untuk menyebutkan namanya.

“Bapak, saya gak ikhlas ya kalo sampek video diviralin,” kata petugas itu.

Sementara itu, manajemen Klinik Assalam Medical Center 3 (AMC3) langsung menyampaikan klarifikasi melalui surat resmi.

Dalam surat klarifikasi yang ditandatangani dr. Pipit Yuliarpan, MARS, dan diterima RRI.co.id, terdapat 12 point penting.

Berikut klarifikasi Klinik Assalam Medical Center 3:

  1. Bahwa video tersebut tidak benar atau hoax dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Video tersebut hanya menunjukan proses akhir dari rangkaian alur pemeriksaan Rapid Test Antigen yang kami laksanakan, yaitu pendaftaran, pemeriksaan, pembayaran dan pembagian hasil.
  1. Bahwa aktifitas yang terdapat dalam video tersebut, yaitu membagi hasil antigen dan pembayaran merupakan kejadian diluar alur yang terpaksa dilakukan karena permintaan pengemudi yang penumpangnya tidak bisa di koordinir melakukan pembayaran secara kolektif sebgaimana yang dilakukan penumpang bis-bis lainnya.
  1. Bahwa tidak benar kami memperjualbelikan surat Rapid Test Antigen karena semua yang mendapatkan hasil yang kami keluarkan sudah melalui alur pendaftran (input data), pemeriksaan swab oleh tenaga medis, hasil pemeriksaan (cetak hasil) lalu pembayaran.
  1. Kami mendengar banyak terjadi adanya jual beli surat rapid atau pemalsuan surat rapid test yang terjadi selama ini yang sangat merugikan masyarakat, maka dari itu kami Klinik AMC 3, surat hasil pemeriksaan yang kami keluarkan memiliki barcode untuk memastikan bahwa surat tersebut resmi dikeluarkan oleh Klinik AMC3 dan untuk menghindari adanya pemalsuan dokumen Rapid Test Antigen yang dapat dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan klinik kami.
  1. Bahwa kami, Klinik Assalam Medical Center 3 (AMC3) merupakan klinik resmi dan memiliki ijin dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan, memiliki surat penunjukan sebagai sarana pemeriksa Rapid Test Antigen dari Dinkes Lampung Selatan dengan nomor 440/1969a/IV.03/2021 dan terdaftar di NAR Antigen Kementrian Kesehatan RI.
  1. Klinik AMC 3 sebagai Fasyankes berkomitmen untuk membantu Pemerintah /Dinas Kesehatan dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid 19 dengan melakukan mendukung melakukan 3T ( Test, Tracing dan Treatment)
  1. Sehubungan dengan adanya kebijakan PPKM Darurat Covid 19 dari Pemerintah, maka dengan ini, Klinik AMC 3 pun bertujuan untuk membantu Pemerintah mennjalankan kebijakan tersebut dan membantu masyarakat yang membutuhkan layanan Rapid Test Antigen untuk kepentingan pelaku perjalanan selama kebijakan PPKM darurat berlangsung.
  1. Klinik AMC 3 bekerjasama dengan Organda Lampung Selatan bersama-sama memiliki tujuan yang sama kaitanya dengan dengan pelaksanaan Rapid Test Antigen di rest Area KM 33 B yaitu untuk memudahkan para pelaku perjalanan/penumpang bis yang membutuhkan layanan Rapid Test Antigen dengan tarif yang tidak memberatkan masyarakat selama masa PPKM Darurat.
  1. Bahwa dalam pelaksanaanya kami tidak sedikitpun memaksa kepada para pengemudi maupun penumpang untuk melakukan Rapid Test Antigen di KM 33B.
  1. Bahwa tarif pemeriksaan Rapid Test Antigen sudah diatur dalam Surat Edaran No. HK. 02.02/I/4611/2020 dimana batasan tarif tertingginya adalah Rp. 250.000 untuk di Pulau Jawa dan Rp. 275.000 untuk di luar Pulau Jawa. Maka kami, dalam rangka untuk membantu pelaku perjalanan mendapatkan layananan Rapid Test Antigen, kami memberiksan tarif terbaik yaitu Rp. 90.000,- dengan tetap memberikan layanan yang berkualitas, professional dan sesuai standar medis.
  1. Bahwa pembuat video hoax dan penyebar berita bohong dapat dikenakan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku, maka untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar.
  1. Kami mengajak kepada semua masyrakat agar bersama-sama membantu Pemerintah dalam menangani pandemic Covid 19 dengan tetap mengikuti protocol Kesehatan yang ketat agar wabah segera berlalu.

Surat klarifikasi ditandatangani oleh Dr. Pipit Yuliarpan, MARS, dan ditembuskan kepada Kepala Dinkes Provinsi Lampung, Kepala Dinkes Kabupaten Lampung Selatan, Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, Ketua Organda Lampung, Ketua Organda Lampung Selatan, dan Direktur Hutama Karya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00