Selly Fitriani : Ekonomi Dan Ketidakadilan Gender Faktor Penyebab Terjadinya TPPO

KBRN Bandarlampung, Kasus Human Trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di Provinsi Lampung  terjadi akibat faktor ekonomi, kemiskinan, ketidakadilan gender. Bahkan perempuan korban TPPO merupakan orang-orang yang terpinggirkan terutama dari sisi ekonomi.

Perdagangan orang atau yang lebih dikenal dengan Human Trafficking merupakan bentuk perbudakan modern dan merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat keji serta melanggar hak asasi manusia. Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Anak (LadA) DAMAR Lampung Selly Fitriani mengungkapkan, saat ini Human Trafficking telah meluas dalam bentuk jaringan kejahatan.

Di Indonesia, menurut Selly Fitriani, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak termasuk dalam korban perdagangan manusia dengan tujuan eksploitasi tenaga kerja, eksploitasi seksual, eksploitasi sebagai pengemis dan pelaku kriminal. Para pelaku perdagangan orang juga dapat merusak kehidupan para korban dan keluarga mereka.

Sementara itu, Provinsi Lampung, Selly Fitriani menjelaskan memang merupakan wilayah yang kasus TPPO terungkap berdasarkan hasil pendampingan yang dilakukan. Faktor yang menjadi penyebab TPPO yakni faktor ekonomi, kemiskinan, ketidakadilan gender yang terlihat dari kasus-kasus yang didampingi oleh LadA DAMAR dan juga pihak kepolisian.

"bahkan dari pengalaman pendampingan yang dilakukan DAMAR, perempuan korban trafficking merupakan orang-orang yang terpinggirkan terutama dari sisi ekonmi sehingga rentan menjadi korban TPPO", jelas Selly Fitriani (28/07/2021).

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah berupaya untuk memberantas human trafficking atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun, lanjut Selly Fitriani, karena masalah perdagangan orang sangat kompleks dan bersifat multidimensi, sehingga diperlukan kerjasama konkrit antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, masyarakat maupun LSM dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00