PLN UID Lampung Terangi 6 Desa Yang Belum Teraliri Listrik Di Kabupaten Tanggamus

KBRN, Tanggamus: Dengan semangat dan optimisme yang tinggi, PLN UID Lampung hadir membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan infrastuktur kelistrikan, berkat kerjasama seluruh stakeholder, jaringan listrik yang dibangun PLN UID Lampung melalui Unit Pelaksana Proyek Kelistrikan (UPPK) Lampung secara resmi dinyalakan dan dioperasikan pada Rabu(16/06/21), prosesi penyalaan listrik di Desa Margomulyo itu dihadiri Bupati Tanggamus, Dewi Handajani.

Penyalaan listrik ini berbarengan dengan lima desa/pekon lainnya yakni Pekon Umbar Kecamatan Klumbayan, Pekon Way Rilau Kecamatan Cukuh Balak, Pekon Teratas Kecamatan Kota Agung, Pekon Tanjung Agung Kecamatan Pugung dan Pekon Sanggi Unggak Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

Dalam sambutannya, Dewi Handajani menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas perjuangan PLN UID Lampung dalam melistriki desa-desa yang belum berlistrik di Kabupaten yang dipimpinnya. Pemerintah Kabupaten, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh kepada PLN terkait penuntasan rasio elektrifikasi yang akan dijalankan di wilayahnya.

“Beberapa waktu lalu kita telah melakukan kegiatan yang sama di Kecamatan Pematangsawa. Hari ini, di Pekon Margomulyo Kecamatan Semaka serta lima pekon lainnya resmi dinyalakan,” papar Dewi.

Sementara, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Lampung, Mimin Milasari mewakili General Manager PLN UID Lampung dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak kendala yang dihadapi PLN dalam perjuangan melistriki pelosok negeri salah satunya ketersediaan infrastruktur jalan. Oleh karenanya, PLN tidak dapat bekerja sendiri, butuh kerjasama seluruh stakeholder dalam menyukseskan seratus persen Elektrifikasi di Lampung. 

Pembangunan infrastruktur kelistrikan PLN di enam desa di Kabupaten Tanggamus itu memakan biaya investasi yang besar hingga Rp 8 Miliar lebih, namun PLN UID Lampung tetap membuktikan komitmennya untuk melistriki hingga ke seluruh pelosok Provinsi Lampung walaupun masih dalam kondisi pandemi covid-19 ini. 

“Hari ini adalah bukti komitmen PLN menerangi pelosok negeri, harapannya memiliki manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat terutama pendidikan dan perekonomian masyarakat,” tutup Mimin Milasari.

Sarjono yang merupakan warga Pekon Margomulyo, menceritakan sebelum adanya listrik dari PLN, warga di desanya menggunakan lampu teplok saat malam hari.

“Kami pakai penerangan hanya malam hari, hanya untuk anak-anak belajar dan mengaji, itupun hanya pakai lampu teplok, susah pokoknya. Dengan adanya listrik PLN ini, membuat anak-anak kami belajar dengan nyaman,” ujar Sarjono.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00