Dinas Peternakan Lampung Ingatkan Peternak dan Masyarakat Tidak Melakukan Pemotongan Sapi Betina Produktif

sapi_betina_produktif.jpg

Deskripsi Gallery

KBRN, Bandar Lampung : Meski hingga saat ini Provinsi Lampung masih menjadi daerah yang mampu memberikan suplai hewan ternak sapi kewilayah lain seperti DKI Jakarta dan Banten, Pemerintah Provinsi Lampung masih terus berupaya untuk meningkatkan produksi hewan ternak sapi.

Kepala Bidang  Usaha Peternakan Pasca Panen, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung,  Salam kepada RRI mengatakan, untuk meningatkan ketahanan pangan asal hewan Pemerintah Provinsi Lampung melakukan beberapa upaya yang menjadi prioritas.

Selain melakukan pembinaan kepada peternak, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan juga menurutnya tahun ini akan menerapkan program Sapi Kerbau Komoditas Andalan (Sikomandan) yang merupakan pengganti program dari Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab).

Dalam program Sikomandan tersebut Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2021 ini menargetkan dapat meningkatkan populasi sapi mencapai 1 juta 13 ribu ekor sapi.

“Kalo target peningkatan populasi sapi pada tahun 2021 ini, mencapai 1 juta 13 ribu ekor sapi, dan kami optimis dapat tercapai melihat produktivitas peternak di Lampung,”ujarnya (25/5/2021).

Namun demikian Salam mengatakan, masih terdapat beberapa permasalahan yang dinilai dapat menjadi hambatan dalam mencapai target populasi sapi pada tahun ini.

Salah satu hambatan yang hingga saat ini masih terjadi adalah, masih adanya pemotongan sapi betina produktif.

“Hingga saat ini masih terjadi adanya pemotongan sapi betina produktif oleh peternak dan masyarakat. Ini sebenarnya yang menjadi salah satu hambatan dalam peningkatan populasi sapi dim Lampung. Jadi kami akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sapi betina produktif untuk meningkatkan populasi sapi,”ungkapnya.

Disisi lain Salam mengatakan, dalam menjaga stabilitas harga daging, Pemerintah Provinsi Lampung akan berupaya maksimal dalam memperpendek rantai distribusi daging.

Upaya tersebut menurutnya harus dilakukan, karena diyakini, dengan memperpendek rantai distribusi daging, maka harga daging dipasaran dapat stabil dan terjangkau masyarakat.

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Indra Achmad
  •   Tanggal : 25 Mei 2021

Share this

FOTO LAINNYA

00:00:00 / 00:00:00