Kecewa Dengan Kebijakan Ketua DPD, 31 Kader Militan Demokrat Lampura Pilih Mundur

Kader Partai Demokrat Lampung Utara menunjukkan surat pengunduran diri/Foto: Istimewa

KBRN, Bandarlampung: Pascaterpilihnya Edy Irawan Arief sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, gejolak internal seakan tak pernah berhenti.

Pasalnya, satu per satu, pengurus dan kader Partai Demokrat justru malah  memilih mengundurkan diri dari partai.

Teranyar, 31 kader militan PD kabupaten yang pernah menjadi lumbung suara partai ini di Lampung, juga menyatakan mengundurkan diri.

Puluhan kader yang tercatat sebagai  Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) periode 2018-2023, juga kompak mundur.

Mantan Direktur Eksekutif DPC PD Lampura periode 2018-2023, Ali Iqrom menyatakan, mereka sudah tidak sejalan lagi dengan kebijakan-kebijakan DPD PD Provinsi Lampung, di bawah komando Edy Irawan Arief.

"Kami sepakat mundur dengan alasan sudah tidak sejalan lagi dengan kebijakan Ketua DPD Lampung," ujar Ali Iqrom, didampingi Mantan Anggota Balitbang Demokrat Lampura Andri Saputra, kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

Dia mengatakan, mereka telah menyerahkan surat pengunduran diri dari kepengurusan partai.

"Kami juga sudah menarik semua gerbong massa masing-masing yang selama ini telah dibina dan berjuang memenangkan partai ini di kabupaten Lampura," tegasnya.

Menurut Ali, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Edy Irawan membuat ketidakpercayaan dan perpecahan kepengurusan di daerahnya.

"Ini bukti atau imbas cacatnya demokrasi sejak partai dipimpin Edy," imbuhnya.

Mundurnya puluhan kader tersebut ditanggapi Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Lampung Midi Iswanto.

Dia mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui perihal pengunduran diri sejumlah kader Demokrat Lampura itu.

"Saya belum tahu, surat pengunduran dirinya juga belum sampai ke saya," papar Midi Iswanto.

Hingga saat ini lanjut Midi, tidak ada keluhan perihal kebijakan Ketua DPD Edy Irawan Arief.

Midi meminta para kader menyebutkan secara jelas kebijakan Edy yang mana yang dianggap tidak sejalan.

"Kebijakan apa yang tidak sejalan. Ini harus bisa ditunjukkan. Kalau memang sudah tidak ingin di Partai Demokrat lagi, dan mau pindah ke partai lain, ya itu hak mereka. Tentu kita menghormati," tegasnya.

Meskipun demikian, Midi berharap kepada seluruh kader, tetap nyaman bersama dengan Partai Demokrat.

"Tentu saja dengan menerapkan strategi dan berjuang bersama untuk mencapai cita-cita bersama. Karena selain pergaulan, orang yang terjun di partai politik juga tujuan lain, seperti mencari kekuasaan dengan mencalonkan diri jadi bupati dan anggota dewan. Tapi kalau memang sudah tidak nyaman, kita juga tidak bisa maksa ya," pungkas Midi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar