Prediksi BMKG Terhadap Bencana Yang Ditimbulkan Dampak Longsoran GAK

KBRN, Bandar Lampung : Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bumi Lampung, Anton Sugiharto mengungkapkan, BMKG telah melakukan pemodelan terhadap bencana yang ditimbulkan jika terjadi erupsi dan longsoran Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, terdapat beberapa daerah khususnya diwilayah pesisir Lampung yang akan terdampak bencana tsunami jika terjadi erupsi dan tanah longsor di Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda.

Berdasarkan pemodelan yang telah dilakukan BMKG terhadap dampak yang ditimbulkan jika terjadi eruspsi Gunung Anak Krakatau, wilayah Kabupaten Tanggamus, Teluk Betung Kota Bandar Lampung dan wilayah Pesisir Lampung Selatan, menjadi daerah yang paling berpotensi terjadinya gelombang tinggi atau tsunami.

Namun menurutnya diprediksi, bencana tsunami yang ditimbulkan jika terjadi erupsi dan longsoran Gunung  Anak Krakatau, tidak akan separah bencana tsunami yang menyapu wilayah pesisir Provinsi Lampung dan Banten pada bulan Desember tahun 2018 lalu.

Hal itu karena lanjut Anton Sugiharto, setelah mengalami beberapa kali erupsi, saat ini ketinggian Gunung Anak Krakatau semakin mengecil.

“Kami telah melakukan pemodelan dampak erupsi dan longsoran Gunung Anak Krakatau. Berdasarakan pemodelan yang kami lakukan beberapa wilayah Pesisir Lampung akan terdampak jika terjadi erupsi atau longsoran Gunung Anak Krakatau khususnya jika berpotensi menimbulkan bencana tsunami,”jelasnya (23/5/2022).

Namun demikian meski diprediksi dampak yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak separah yang terjadi pada bencana tsunami tahun 2018 lalu, Anton Sugiharto meminta kepada pemerintah untuk meningkatkan edukasi kebencanaan, khususnya jika bencana alam terjadi secara tiba-tiba.

Pengetahuan masyarakat untuk mengetahui upaya penyelamatan saat terjadi bencana, menjadi unsur utama dalam memperkecil adanya korban jiwa dan kerugian materi saat bencana alam terjadi.

“Kita berharap bencana alam tidak terjadi. Namun tetap saja masyarakat harus memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang dapat datang kapan saja,”tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar