Pengabdian Dosen Universitas Tulang Bawang Kepada Nelayan di Bandar Lampung

Foto: Humas UTB Lampung

KBRN, Bandarlampung: Dosen-dosen Universitas Tulang Bawang (UTB) dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik melakukan pengabdian kepada masyarakat nelayan di Kampung Skip Bumi Waras dan Umbul Asem Bandar Lampung.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari Tri Dharma dosen yang kali ini difokuskan pada pendampingan Nelayan Skip di Bumi Waras dalam penerapan metode budidaya kerang hijau yang tepat diperairannya, dikarenakan uji coba awal dengan metode rakit tidak berhasil diakibatkan gelombang tinggi yang terjadi di bulan Oktober 2021 menyebabkan rakit yang sudah berjalan 2 bulan hancur dan hilang diterjang gelombang laut.

Dari hasil monitoring dan evaluasi tim dosen maka disepakati bersama mitra untuk melakukan studi banding dan pembelajaran di nelayan Umbul Asem di Kelurahan Keteguhan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung. Pertimbangan memilih lokasi ini karena nelayan kerang hijau Umbul Asem sudah menunjukkan keberhasilannya dengan metode unik tahan gelombang tinggi dan memanfaatkan barang-barang bekas. Kegiatan ini merupakan hibah internal UTB yang melibatkan beberapa dosen dari Prodi Teknik Industri, Prodi Komunikasi dan Prodi Administrasi Bisnis.

Ketua pelaksana Susanti Sundari, AT., MM yang merupakan dosen Prodi Teknik Industri mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai upaya membantu Kelompok Nelayan Skip yang merupakan sekelompok nelayan dan pekerja serabutan yang berjumlah 7 orang yang berkeinginan meningkatkan taraf hidup melalui pemanfaatan potensi pantai yang ada di daerahnya dengan cara membudidayakan kerang hijau.

“Tim dosen selain memberikan fasilitas pembuatan media budidaya sekaligus memfasilitasi pelatihan dan studi banding langsung ke nelayan yang sudah berhasil di Umbul Asem yaitu Pak Kamsi sebagai narasumber. Disana Nelayan Skip mendapatkan banyak ilmu pengetahuan mulai dari pembuatan media budidaya yang cocok dengan wilayah pantai mereka yang bergelombang tinggi, dan mempelajari sampai media tersebut dipasang dan disebar ke pantai,” ungkapnya.

Kegiatan ini berlangsung selama 6 bulan, dimulai sejak awal Agustus 2021 – Februari 2022 dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kegiatan ini akan tetap dilanjutkan untuk melihat bagaimana proses memanen kerang hijau di lokasi pantai kampung Umbul Asem sekitar bulan Juli 2022 dan upaya-upaya apa saja yang bisa dibuat ke depannya. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat diakses pada https://journal.ummat.ac.id/index.php/jpmb/article/view/7907

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar