PTM di Bandar Lampung Digelar 100 Persen, Prokes di Sekolah Diperketat

PTM di sebuah SMPN Negeri di Bandarlampung

KBRN, Bandarlampung: Pemerintah Kota Bandarlampung kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen pada jenjang pendidikan PAUD/SD dan SMP. Meskipun kasus terkonfirmasi Covid-19 menunjukkan penurunan, namun pihak sekolah tetap memperketat protokol kesehatan.

Setelah hampir 2 tahun peserta didik belajar secara daring, sejak 11 Mei 2022 lalu Pemerintah Kota Bandarlampung kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Selain di jenjang PAUD, PTM 100 persen juga digelar pada jenjang pendidikan SD dan SMP.

Namun meski kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bandarlampung menunjukkan penurunan, pihak sekolah diminta tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaan PTM.

“Sejak PTM dimulai, kami sudah melakukan  berbagai persiapan. Mulai dari tempat cuci tangan, handsanitizer juga disiapkan,” kata Kepala SMP Negeri 5 Bandarlampung, Elly Yanti, Minggu (15/5/2022).

Menurut Elly, selain itu pihak sekolah juga mewajibkan seluruh peserta didik untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, sejak datang hingga pulang dari sekolah.

“Protokol kesehatan kami tekankan kepada seluruh murid. Ya minimal memakai masker. Tidak berdekatan, membawa saku atau bekal dari rumah, karena kantin masih ditutup,” tandasnya.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat juga dilakukan di SMP Negeri 1 Bandarlampung. Kepala SMP Negeri 1 Bandarlampung, Tri Priyono mengatakan penerapan protokol kesehatan selama PTM masih mengacu kondisi Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan masih mengacu kondisi Covid-19. Selain tempat cuci tangan, kami juga juga menyiapkan handsanitizer,” paparnya.

Selain itu lanjut Tri, seluruh peserta didik dan tenaga kependidikan juga diwajibkan memakai masker selama KBM berlangsung. “Ini (masker) penting sekali. Minimal, ya memakai masker saat KBM dan di luar sekolah,” harap Tri.

Tri Priyono menegaskan, untuk menghindari kerumunan yang berpotensi memicu penyebaran Covid-19, pihak sekolah juga mewajibkan peserta didik membawa bekal dan alat makan dari rumah, karena kantin belum diizinkan untuk dibuka.

“Kami juga minta kepada siswa untuk membawa bekal dari rumah, termasuk alat makan. Karena memang kantin di sekolah belum dibuka,” pungkasnya.

Sebelumnya Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menyatakan seluruh sekolah dari tingkat PAUD, hingga SMP mulai menerapkan pembelajaran tatap muka 100 persen pada Rabu, 11 Mei 2022.

Meski demikian Eva Dwiana meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan agar pelaksanaan PTM berjalan aman.

Berdasarkan laman vaksin.kemkes.go.id, vaksinasi Covid-19 dosis 1 di Kota Bandarlampung mencapai angka 99,97 persen, dosis 2, 85,66 persen, dan dosis 3 mencapai 19,78 persen. Sedangkan guru dan siswa di Kota Bandarlampung yang telah divaksin sudah mencapai 90 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar