Bungur Tanjung Bintang Masih Jadi Primadona

Lapak batu akik milik Wawan/Foto: RRI

KBRN, Bandarlampung: Bukan orang Lampung kalau tidak ada Bungur Tanjung Bintang. Begitulah slogan wajib bagi pecinta hiasan si jari manis ini.

Sehingga wajar, tua, muda, wanita, pria  warga Lampung memakai cincin Bungur Tanjung Bintang.

Ada rasa bangga memakainya. Selain dari daerah sendiri, warna ungu berkilau memberi kesan mewah dan berwibawa.

Wawan (38) penjual batu akik di Pasar Tengah Tanjung Karang Pusat mengatakan saat booming sekitar 2012-2015, bungur Tanjung Bintang termasuk batu yang diburu.

Peminatnya datang dari Jambi, Bengkulu, Palembang dan daerah lain seperti Jakarta bahkan ada juga dari Australia.

Soal harga menurut Wawan tidak ada patokan pasti. Istilahnya ada kualitas ada harga. Bisa puluhan ribu bisa juga puluhan juta.

"Bungur Tanjung Bintang ini lebih memancarkan kilau dibanding dengan  Kecubung Kalimantan. Lebih jernih, lebih bening, jadi;nambah wibawa dan mewah. Memang Kecubung Kalimantan lebih biru, tapi warnanya mendap," jelas Wawan, Minggu (22/5/2022), sambil membandingkan kedua akik tersebut.

Hingga saat ini pasar batu akik di jalan Bengkulu, Pasar Tengah tetap didatangi pembeli. Harga sangat bervariasi sesuai hasil tawar menawar.

"Waktu gawat-gawatnya pandemi, penjualan kami memang turun drastis. Sekarang sudah mulai bergerak lagi. Terutama waktu 17 Agustus, Pak Jokowi memakai baju adat Lampung, hiasan topinya pakai Bungur Tanjung Bintang. Orang mencari lagi, penasaran bagi yang belum tau indahnya, sampai sekarang ada terus," tuturnya.

Walaupun agak sulit mencari bahannya, tetapi Wawan masih mempunyai banyak stok Bungur Tanjung Bintang selain American Star, Blue Safir, Ruby, Zamrud, Blue Topaz, Kalimaya, Biduri Bulan dan yang lainnya.

Wawan dan penjual lainnya masih percaya bisnis batu akik ini tidak akan ada habisnya.

"Kami tetap jualan selama bahannya masih ada di alam. Hanya saja, kami berharap, pemerintah memperhatikan peluang ekonomi ini, menyediakan tempat khusus seperti di Rawa Bening. Syukur-syukur ada bantuan modal. Jadi kalau orang datang dari mana-mana nyari batu cincin, bisa lebih nyaman. Dan mohon kepada bapak pejabat juga  mengenalkan kembali Bungur Tanjung Bintang khas Lampung ini," pungkas Wawan penuh harap. (Yus)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar