"Terakota" Dari Hobi Menjadi Bisnis

KBRN Bandarlampung, berawal dari hobi kemudian muncul ide, dan akhirnya berkembang menjadi lahan bisnis. Begitulah yang digeluti pasangan Sandhi Togar Sanjaya (31) dan Fitri Azizah (31) dengan usaha terakota di Jalan A.Yani, Sidoharjo, Pringsewu, Lampung. Menurut sang pemilik terakota house, Sandhi Togar Sanjaya, usahanya ini sudah berjalan 1,5 tahun.

"Awalnya dengan berjualan di rumah, dan baru sekitar 1 bulan terakhir kita memiliki workshop sendiri", ungkapnya (26/11/2021).

Togar mengungkapkan, sebetulnya awal ide ini berangkat dari hobi sang istri yang menyenangi tanaman hias, dimana ia sering melihatnya di media sosial, sehingga lambat laun tertarik dengan vas atau pot terakota.

"Setelah kita telusuri di Pringsewu ternyata belum ada yang menjual terakota. Pernah pula berkunjung ke beberapa pengrajin tanah liat di Pringsewu, tetapi keahlian mereka masih sangat terbatas, terutama untuk model dan desainnya", ungkapnya.

Saat mencoba membelinya secara online, lanjut Togar, istrinya pun ketagihan. Akan tetapi karena vas terakota ini cukup berat, sehingga ongkos pengirimannya menjadi mahal. Sehingga berinisiatif untuk berjualan produk serupa di Pringsewu, dengan memulainya mencari informasi tentang pengrajin tanah liat untuk diajak bekerja sama, baik lokal maupun luar daerah.

"Karena istri juga sibuk mengurus anak-anaknya yang masih kecil, dia mencoba berjualan dari dirumah. Dan, dari sinilah muncul ide untuk memberikan nama usahanya dengan nama terakota house. Dia juga gencar mempromosikan lewat media sosial, agar orang mau beralih dari pot plastik ke tanah liat. Kita edukasi pembeli lewat sosial media bahwa pot terakota lebih unggul dan baik untuk merawat tanaman maupun lingkungan. Harganya juga bisa dibilang costly", jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, prospek usaha ini masih terbilang cukup baik. Hal tersebut disebabkan para penggemar tanaman hias yang sangat banyak dan tak akan ada habisnya. Karenanya, ia berharap usaha ini tetap stabil dalam jangka waktu lama dan bahkan berkembang lebih modern mengikuti perkembangan zaman, karena pot terakota ini selain untuk media tanam tanaman hias bisa juga untuk dekorasi rumah dan taman.

"Cara kita untuk bertahan adalah dengan terus berinovasi. Kemudian menawarkan model terbaru dengan harga bersaing, menjalin hubungan baik dengan para pelanggan dan pastinya tidak menutup kemungkinan untuk menerima request dari para pembeli jika mereka menginginkan model berbeda. Kita akan coba mengkomunikasikan dengan para pengrajin agar mereka bisa mewujudkan keinginan para konsumen dan terus melakukan inovasi", ujarnya.

Selain itu, Togar juga mengharapkan bantuan serta dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan lebih lanjut usahanya tersebut, diantaranya yakni promosi serta perluasan pasar.

"Termasuk memfasilitasi para pengrajin untuk mengikuti pelatihan-pelatihan agar lebih berkembang lagi, sehingga kerajinan tanah liat ini bisa terus dilestarikan dan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan", harapnya.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangga atas usaha yang dilakukan Sandhi Togar Sanjaya dengan membuka usaha terakota.house di Kabupaten Pringsewu.

Sebagai bentuk dukungan atas usaha yang dilakukan warganya tersebut, orang nomor dua di Kabupaten Pringsewu beberapa waktu lalu juga meninjau terakota.house dan memberikan semangat.

"Saya berharap nantinya usaha ini tidak hanya maju dan terkenal di wilayah Pringsewu tetapi juga seluruh Provinsi Lampung dan bahkan Indonesia", harapnya. (*/ Isnanto Hapsara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar