5.126 Kg Daging dan 388 Kg Kulit Celeng Illegal Dimusnahkan

Pemusnahan daging dan kulit Celeng Illegal.jpg

KBRN, Lampung Selatan: Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung dan Polres Lampung selatan musnahkan Barang bukti daging celeng/babi hutan illegal sebanyak 5.126 Kilogram dan kemudian ada 388 kilogram kulit daging celeng yang diamankan petugas di area pemeriksaan Pelabuhan Interdiksi pelabuhan Bakauheni Lampung selatan.

Pemusnahan daging celeng tersebut dilakukan di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Bandar Lampung Wilayah Kerja pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Jum'at (4/12/20)

Kepala seksi (Kasi) Hewan Balai Karantina Pertanian kelas 1 Bandar Lampung Herwintati mengungkapkan, hari ini kami melakukan pemusnahan barang bukti daging sebanyak 5.126 Kilogram dan 388 kilogram kulit daging celeng. Terkait kasus ini, ini adalah hasil pelimpahan yang diterima oleh pejabat karantina di wilayah kerja Bakauheni yang berasal dari hasil kegiatan patroli yang dilakukan oleh Polres Lampung Selatan bersama dengan jajarannya dan juga oleh pejabat karantina.

"Barang bukti daging tersebut kami musnahkan karena untuk melakukan yang dilakukan oleh tersangka adalah dia membawa barang daging di dalam UU No.21 tahun 2019 adalah termasuk golongan media pembawa hama penyakit hewan karantina yang tentunya ini harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan sesuai dengan UU No .21 pasal 34 dimana disana harus melengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal dan harus dilengkapi hasil laboratorium yang menyatakan bahwa memang jumlah bakterinya tidak lebih dari 1 juta kemudian diserahkan dan diserahkan kepada pejabat karantina ditempat pengeluaran untuk dilakukan tindakan karantina ".Ungkap Kasi hewan Herwintati, Jum 'pada (4/12/20)

Ia melanjutkan, namun terkait dengan teknis dengan UU No.21 tahun 2019 bahwa media pembawa ini sudah tidak layak untuk disimpan terlalu lama karena masa penahanan kita maksimal hanya 3 hari untuk harus apakah ini ditolak atau dimusnahkan.

"Namun melihat dari hasil pemeriksaan baik itu laboratorium maupun organolektif oleh pejabat karantina dinyatakan bahwa daging ini tidak memenuhi syarat kesehatan, jadi harus segera diberlakukan untuk dimusnahkan". Lanjut Herwin.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan IPTU Edi Yulianto juga membahana, untuk proses hukum tersangka sudah masuk ke tahap penyidikan, mudah-mudahan nanti proses penyidikan sudah maksimal hasil penetapan penyitaan dari pengadilan juga sudah nanti tinggal pemeriksaan tersangka baru kita akan adakan penelitian ke Kejaksaan .

"Untuk ancaman, kita kenakan di pasal 88 UU No.21 tahun 2019 pasal penyanggany 2 tahun penjara. Kami masih mencegah pencegahan terkait dengan masalah penuntasan dari sumber pengirimannya karena nanti kita akan melakukan pengembangan terhadap pengelola-pengelola di Palembang Sumatera Selatan". Pungkas IPTU Edi Yulianto mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaki Alkazar Nasution.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00