Curanmor, Warga Pubian Diringkus Timsus Anti Bandit Polres Pringsewu

KBRN, Pringsewu : Tim Khusus Anti Bandit Satreskrim Polres Pringsewu meringkus pelaku curanmor berinisial BA (21) warga Kampung Tanjungkemala, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo AMP, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, tersangka SA diringkus saat sedang berada di rumahnya pada hari Kamis, 30 Juni 2022, sekira pukul 03:00 WIB. BA pada awalnya diamankan atas dugaan menguasai satu unit sepeda motor Honda Beat BE 2281 AGH yang diduga hasil pencurian dari wilayah Pringsewu. 

Namun setelah dilakukan interogasi terungkap BA juga terlibat kasus pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat Street BE 2925 UR milik korban Surya Atmaja yang posisinya sedang diparkir di depan rumahnya di Pirngadi, Pringsewu Utara pada hari Selasa, 28 Juni 2022 lalu sekira pukul 09:30 WIB. "Pencurian dilakukan tersangka bersama tiga pelaku lain yang saat ini sedang dalam penyelidikan polisi. Sepeda motor Honda Beat Street hasil curian telah dijual dan tersangka BA mengaku mendapatkan bagian sebesar Rp 1 juta", jelasnya, Sabtu (02/07/22).

Selain tersangka BA, lanjut dia, polisi juga berhasil mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat BE 2281 AGH sebagai barang bukti. Dari hasil penyelidikan, diketahui sepeda motor Honda Beat BE 2281 AGH yang dikuasai BA tersebut adalah milik Cindy Almira (32), warga Pirngadi, Pringsewu Utara, yang hilang dicuri saat sedang diparkir di halaman rumahnya pada hari Selasa, 28 Juni 2022 sekira pukul 14:00 WIB lalu."Pengakuan tersangka BA, sepeda motor tersebut dibelinya seharga Rp. 5,5 juta dari dua orang temannya yang berprofesi sebagai pelaku curanmor", ungkapnya.

Kasat Reskrim menambahkan, tersangka BA yang memang tidak memiliki pekerjaan tersebut nekat melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan untuk modal berjudi online. "Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka BA kini ditahan di rutan Mapolres Pringsewu dan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun", pungkasnya. (*/ Isnanto Hapsara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar