Usai Dirampok, Pemilik BRI Link Tutup Usahanya

Ahmad (bertopi) suami dari Tri Lestari pengelola BRI Link saat ditemui di kediamannya/foto: Ikhwan (RRI)

KBRN, Lampung Timur: Perampokan yang menewaskan Leli Agustin (20), karyawan BRI Link di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, masih menyisakan duka mendalam baik pemilik usaha maupun keluarga korban.

Ahmad, suami Tri Lestari, pengelola BRI Link mengaku masih trauma dengan kejadian itu. 

"Saya gak kuat kalau mau cerita lagi mas. Saya masih sedih dan trauma," kata Ahmad, yang ditemui RRI.co.id, di kediamannya, Selasa (25/1/2022).

Namun yang pasti lanjut Ahmad, ia akan menutup total usaha yang belum genap sebulan dibukanya itu.

"Kami tutup mas. Gak akan dibuka lagi, karena masih trauma atas kejadian itu,. Apalagi istri saya yang selama ini mengelola usaha itu," tandasnya.

Sementara itu, Mursidi, ayah korban yang juga ditemui di kediamannya menyesalkan peristiwa yang menewaskan  anak sulungnya itu.

"Pelakunya kejam dan gak punya hati. Anak saya perempuan. Tega ditembak sampai meninggal gitu," tuturnya sembari menahan air mata.

Dia dan keluarga besarnya berharap kepada aparat penegak hukum agar bisa segera menangkap pelakunya.

"Harus dihukum berat. Tembak, dan pokoknya hukum mati pelakunya. Nyawa dibayar nyawa," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Leli Agustin (20) tewas ditembak perampok pada Jumat (21/1/2022) lalu.

Korban yang tercatat mahasiswa semester 5 di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung Timur ini berusaha mempertahankan uang senilai 50 juta rupiah dengan pelaku.

Pelaku yang panik, lalu melepaskan tembakan ke arah pipi kanan korban hingga meregang nyawa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar