Satu Bulan, Polres Lamsel Tangkap 92Kg Sabu

KBRN, Lampung Selatan: Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan dalam 1 bulan terakhir berhasil gagalkan penyelundupan Narkotika jenis Sabu-sabu seberat total 92 Kilogram.

Dalam hal ini petugas menemukan modus baru dalam penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu yakni dengan cara dimasukkan kedalam tabung gas elpiji berukuran 12 Kg yang sudah dimodifikasi bagian bawahnya. Jadi ada sebanyak 32 Kg paket sabu-sabu yang dimasukkan kedalam 3 buah tabung gas elpiji.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin S.H.,S.ik.,M.Si mengatakan, pada tanggal 24 November 2021 lalu petugas Satnarkoba telah menggagalkan penyelundupan 32 Kg paket sabu-sabu di Area pemeriksaan Seaport interdiction pelabuhan Bakauheni dan pada tanggal 30 Oktober 2021 lalu juga berhasil menggagalkan pengiriman 60 Kg paket sabu-sabu di Rest Area KM 20 ruas Bakauheni-Terbanggi Besar asal Pekan Baru, Riau.

"Total ada 92 Kg, dengan rician ungkap kasus pertama diamankan 60 Kg dan kedua 32 Kg. Keduanya hendak dikirimkan ke Pulau Jawa. Untuk sabu-sabu yang dikirimkan menggunakan tabung gas elpiji akan dikirimkan ke daerah Jakarta. Sedangkan untuk sabu-sabu 60 Kg akan dikirim ke Daerah Jawa Timur," ungkap Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Selasa (30/11/21).

Dari kasus ini, petugas berhasil amankan 5 orang tersangka. Untuk kasus yang 60 Kg, petugas berhasil ringkus 4 orang tersangka dengan 1 orang DPO dan untuk kasus yang 32 Kg, petugas berhasil amankan 1 orang tersangka dengan 1 orang DPO juga.

"Untuk kedua kasus penangkapan Narkotika jenis Sabu-sabu tersebut tidak ada saling keterkaitan. Hanya saja yang perlu ditekankan saat ini adalah modus operandi para pelaku untuk melancarkan mengelabuhi petugas pemeriksaan. Banyak modus-modus baru yang digunakan oleh para pelaku, contohnya seperti tabung gas elpiji yang digunakan untuk menyembunyikan barang haram tersebut. Maka dari itu, kami terus menganalisa terhadap pola-pola yang baru, ini sudah dipastikan adalah jaringan internasional," pungkas Kapolres.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar