Seorang Wartawan Jadi Korban Pembegalan di Perkebunan Karet Desa Tanjung Sari

Wartawan Lampungpro.co Febri Arianto saat melaporkan aksi pembegalan di Mapolsek Tanjungbintang, Lampung Selatan

KBRN, Lampung Selatan: Seorang wartawan salah satu media online di Lampung menjadi korban pembegalan di perkebunan karet kawasan Jalan Raya Pal 8, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Bintang.

Wartawan Lampungpro.co, Febri Arianto (24), menjadi korban pembegalan pada Jumat (15/10/2021) sekitar pukul 19.30 WIB.

Febri dibegal saat hendak pulang ke rumah usai liputan. Febri mengatakan pembegalan dilakukan dua pelaku bersenjata api. Dia dihadang kedua pelaku lalu merampas sepeda motor Honda Revo BE-2120-ED.

“Para pelaku juga sempat menganiaya dengan memukul dibagian wajah dan menodongkan senjata api kearah saya,” ungkapnya.

Usai peristiwa itu, Febri Arianto didampingi orang tua dan rekan kerjanya melapor ke Polsek Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Tanjungbintang AKP Faria Arista mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dia menegaskan, pihaknya akan segera mengungkap dan menangkap para pelaku.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-saksi untuk mengungkap kasus tersebut,” tegas Kapolsek.

Dirinya juga mengimbau kepada warga yang melintas di perkebunan karet kawasan Jalan Raya Pal 8, Desa Tanjung Sari untuk waspada mengingat jalan tersebut sepi dan minim penerangan.

Diketahui, peristiwa pembegalan yang menimpa wartawan salah satu media online itu bermula ketika dirinya dalam perjalanan pulang usai liputan. Saat melintas di perkebunan karet, tiba-tiba Febri Arianto dihadang dua pria yang muncul dari semak-semak. Setelah itu salah satu pelaku menendang sepeda motor korban hingga korban terjatuh.

Sementara pelaku lainnya memukul Febri dibagian wajah dan menodongkan senjata api kearahnya agar tidak melakukan perlawanan. Kemudian para pelaku berhasil membawa sepeda motor korban lalu melarikan diri kearah perkebunan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00