DMI anjurkan tutup Mesjid di zona merah, Sabang masuk katagori

Surat Edaran PSBB Mesjid
Jemaah di Mesjid Aging babusslam_18/9/2020
fasilitas Protokol kesehatan di mesjd
Mesjid Agung babussalam Kota Sabang
Ketua DKM Babussalam Kota Sabang_Drs Anwar Usman

KBRN, Sabang : Dewan kemakmuran Mesjid Babussalam Kota Sabang masih harus menelaah Edaran Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia. Salah satu Item dari Edaran adalah menutup sementara Mesjid di zona merah dan hitam.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-29 Aceh menyatakan 3 Kabupaten /Kota di Aceh masuk dalam zona merah penyebaran covid-19. Selain Aceh jaya, Aceh Besar, Kota Sabang merupakan salah satunya. Hal itu diumumkan Juru Bicara Covid-19 Aceh Saifullah Abdul Gani kepada awak Media Kamis (17/9/2020) kemarin.  Seiring dengan itu DPP Dewan  Mesjid Indonesia pun telah mengeluarkan Edaran ke-V PSBB Mesjid.

Salah satu Item yang di keluarkan DPP DMI adalah menutup sementara Mesjid di Zona merah dan hitam.  Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid Kota Sabang Drs. Anwar Usman mengatakan, Surat tertanggal 11 September 2020 dari DMI itu masih harus di kaji dengan Pemerintah setempat. Dia mengatakan pihaknya lebih akan melhat perkembangan dilapangan. Dia menjelaskan himbauan DMI itu apabila diberlakukan di Aceh khususnya Sabang, Harus di kaji mendalam. Kesadaran masyarakat akan lebih dipertimbangkan untuk menindak lanjuti surat edaran tersebut.

“ini akan kita lihat selanjutnya, Karena masyarakat kita kalau menyangkut dengan itu, terlalu apa ya. kita lihat perkembangan selanjutnya, resiko seperti apa dengan Pandemi ini. karena kalau masyarakat sudah melihat resikonya, Mungkin kita agak mudah mengajak mereka dengan menjaga kesehatan seperti apa, Sehingga sesuai dengan harapan Pemerintah agar pandemi ini bisa terputus tidak terlalu cepat menular dengan yang lain” ujarnya Jum’at (18/9/2020).  

Namun demikian sebutnya Instruksi ini akan tetap disampaikan kepada Jemaah yang datang ke Mesjid. Mesjid Agung Babussalam merupakan Mesjid terbesar di Sabang juga akan diikuti oleh Mesjid-Mesjid lain yang ada di Kota Sabang. Penegakan Protokol Kesehatan selama ini katanya masih harus dilakukan terus menerus.

“belum sepenuhnya memang melaksanakan protokol kesehatan di mesjid, yang namanya masyarakat umum, Tapi memang harus perlahan, hingga menyadari pentingnya protokol kesehatan dilaksanakan baik di Mesjid, diluar Mesjid, maupun di rumah. Tentu pemahaman masayarakat bermacam-macam, pelan-pelan  mereka akan mempunyai pemahaman yang baik. Bagi dia dan keluarganya” tambah Anwar yang juga Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Sabang itu.

Dalam Surat Edaran DPP Dewan Mesjid Indonesia Pusat yang ditandatangani oleh H. M. Yusuf Kalla itu juga meminta agar Mesjid dalam radius kurang dari 2000 meter tidak terdapat kasus Covid-19, dapat tetap dibuka dengan protokol Kesehatan ketat. Sementara untuk Mesjid yang berada di dalam Kompleks Perumahan, Jemaah hanya dibatasi untuk warga setempat. Untuk Mesjid katagori transit/persinggahan juga di minta tutup sementara, Dan dibuka hanya untuk warga setempat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00