Sepuluh Wanita Gowes Tak Berjilbab Dikumpulkan di Satpol PP/WH Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Instruksi Wali Kota Banda Aceh H Aminullah Usman untuk mengumpulkan kembali para goweser wanita tak berjilbab yang sempat membuat heboh dunia maya di Aceh, disahuti cepat oleh jajaran Satpol PP/WH Banda Aceh.

Buktinya hanya dalam hitungan sekitar tiga jam semua peserta gowes yang mengundang heboh itu berhasil dikumpulkan di Markas Satpol PP/WH Banda Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang dihubungi wartawan Senin (6/7/2020) petang, mengakui tentang telah dikumpulkannya para goweser pelanggar syariat itu.

“Saya memberi apresiasi atas kerja cepat dan terukur jajaran Satpol PP/WH Kota Banda Aceh, tindakan seperti itu akan membuat penegakan syariat Islam di Banda Aceh lebih efektif,” tutur Aminullah.

Menurut Wali Kota, dari laporan Kasat Pol PP/WH Banda Aceh, jumlah mereka yang dikumpulkan itu adalah sepuluh orang, hanya empat orang warga Banda Aceh, selebihnya adalah warga luar, antara lain dari Aceh Besar dan Sabang.

“Kita telah instruksikan kepada pihak Satpol PP/WH mereka yang terbukti melanggar ketentuan syariat itu diproses sesuai dengan kadar kesalahan mereka, terutama dilakukan pembinaan termasuk membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan serupa,” tandas Aminullah.

Kasatpol PP/WH Hidayat yang ditanyai secara terpisah menyebutkan, pihaknya bergerak cepat menyahuti instruksi walikota dengan menelusuri keberadaan para goweser ala sosialita metropolitan itu melalui media sosial milik mereka.

Antara lain, instastory dan faceboook. “Karena mereka umumnya memviralkan aksi foto gowes ala modeling itu melalui Instagram dan facebook. Sebagian besar menjadikan foto yang berlokasi di jalan dua jalur di mulut Pelabuhan Ulee Lheue itu sebagai status medsos milik mereka,’tuturnya.

Hidayat mengatakan, setelah dilakukan penelusuran oleh tim IT Satpol PP/WH Banda Aceh, maka diketahui alamat keberadaan secara persis salah seoran anggota goweser jelita itu.

“Personil langsung bergerak cepat menjemput ke rumahnya, lalu secara berantai dihubungi anggota yang lain, hingga terkumpul semuanya 10 orang dan mereka diminta datang ke markas Satpol PP/WH untuk dimintai keterangan dan pembinaan,”demikian Hidayat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00