Aky Pimpin Barongsai Aceh

KBRN, Banda Aceh : Kho Khie Siong yang akrab disapa Aky, kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (Pengprov FOBI) Aceh, sebagai ketua umum masa bakti 2021- 2025.

Aky terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Provinsi (Musprov) FOBI Aceh yang digelar di Sekretariat Barongsai Aceh, Peunayong, Banda Aceh, Jumat (26/2/2021) malam.

Musprov FOBI Aceh yang dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf diwakili Ketua Harian, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak berharap siapapun yang terpilih ketua umum serta terbentuk dan tersusunnya personalia kepengurusan barongsai Aceh periode mendatang dapat berkontribusi untuk memajukan prestasi olahraga Aceh.

Mualem dalam sambutan tertulisnya menyebutkan, barongsai bisa menjadi cabang olahraga andalan Aceh meraih medali saat Aceh sebagai tuan rumah PON XXI/2024 bersama Sumatera Utara.

Dikatakannya, meski barongsai tidak sepopuler cabang olahraga lainnya seperti sepakbola, bukanlah baru di Aceh. Barongsai Aceh telah mengukir prestasi meraih medali perunggu eksibisi di PON XIX/2016 di Jawa Barat.

Selanjutnya, barongsai Aceh mewakili Indonesia di kejuaraan international di Henan, China pada September 2019 dan meraih sebagai tim penampilan terbaik. "Ini suatu prestasi luar biasa dan membanggakan," sebut Mualem.

"Kita menginginkan, ke depan prestasi barongsai semakin meningkat dan menjadi pundi medali emas bagi Aceh di PON XXI/2024. KONI siap mendukung," ujarnya.

Kecuali itu, pengurus diharapkan dapat lebih menggairahkan lagi dan sosialisasikan olahraga tersebut secara merata di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Optimis Raih Emas 

Sementara itu, Aky mengatakan akan merevitalisasi kepengurusan untuk bersama-sama lebih berperan aktif dalam memajukan barongsai di Aceh dan menyongsong PON XXI/2024 Aceh - Sumatera Utara.

Ia juga mengharapkan seluruh pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) harus terus menyusun program terbaik.

"Kita segera dari sekarang mempersiapkan atlet-atlet yunior untuk menghadapi PON XXI. Target kita medali emas dan optimis meraihnya," ujarnya.

Aky menyebutkan, keberhasilan pembinaan selama ini ditentukan kekompakan dan kerja keras pengurus, pelatih serta atlet. Kepengurusan periode mendatang dapat meningkatkan prestasi, terutama meraih medali emas di PON.

Ia mengakui memimpin barongsai bukanlah perkara gampang, karena dulu barongsai adalah 'budaya' yang sekarang sudah menjadi cabang olahraga ketangkasan dan permainan yang mempunyai spesifikasi yang rumit.

Begitupun, kita bersyukur barongsai Aceh sudah mengukir prestasi meraih medali perunggu di PON Jawa Barat 2016, the best team perfomance di kejuaraan international Gong Yi World Dragon dan Lion Dance di Henan, China pada September 2019.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00