Over Kapasitas, Rutan Sabang Lakukan Sejumlah langkah

Rutan Sbang alami Over kapasitas
Aktifitas WBP di Rutan
Sel Wanita di Rutan Sabang
Kasubsi Pelayanan tahanan Rutan Sabang_Sri Wahyuni

KBRN, Sabang : Alami kelebihan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). rutan kelas IIB Kota Sabang mengambil sejumlah langkah guna mencegah munculnya kluster baru wabah covid-19 di rutan.

Rutan Sabang  saat ini mengalami kelebihan penghuni mendekati angka 20 persen. Ada 73 Warga Binaan saat ini, Dari jumlah ideal kapasitas rutan 55 orang. WBP yang ada terdiri dari 70 orang pria dan 3 orang perempuan. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kluster covid-19 di Rutan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kota Sabang M. Nasir melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Sri Wahyuni mengakui hal tersebut. Sejumlah langka pun diambil, Termasuk Reinstruksi Asimilasi dan Integrasi WBP yang diterima Instansi di bawah naungan Kemenkumham tersebut.

“memang belum ada WB yang terpapar virus Covid-19. Menghindari hal itu kami lakukan antisipasi, Diantaranya ditiadakannya izin bezuk bagi keluarga, Pemberlakuan protokol Kesehatan bagi petugas dan WBP, dan kami telah memiliki tenaga dokter sendiri. Yang bergabung pada tahun 2019 lalu” ujarnya Jum’at (26/2/2021).

Selain langkah tersebut Kemenkumham juga juga tetap melakukan perpanjangan asimilasi dan integrasi Napi yang tertuang dalam Permenkumham RI No. 32 tahun 2020, Guna menangkal penyebaran covid-19 di rutan.

“Proses Asimilasi ini akan dilaksanakan hingga bulan juni 2021 ini. Reinstruksinya berdasar Permenkumham RI No. 32 tahun 2020” tambahnya.

Kelebihan Napi yang dialami Rutan Sabang, Terutama pada sel laki-laki, Sementara perempuan memiliki 1 sel terpisah yang sementara ini menampung 3 orang WB saja.

Diakui Wahyuni hingga kini pihaknya memang belum melakukan pemeriksaan rapid tes ataupun tes swab bagi para napi.

“diharapkan hal ini bisa direalisasi dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, Guna menghindari dan mencegah penyebaran covid-19. Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00