Polisi Amankan 150 Ton Limbah Hasil Tambang Ilegal

Foto : Ist
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh menemukan lebih kurang 150 ton limbah yang sudah dimasukkan ke dalam karung hasil dari penambangan illegal di Kabupaten Aceh Selatan. Foto : Ist

KBRN, Banda Aceh : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh menemukan lebih kurang 150 ton limbah yang sudah dimasukkan ke dalam karung hasil dari penambangan illegal di Kabupaten Aceh Selatan. 

Terlihat, limbah hasil tambah ilegal ini telah dimasukan ke dalam karung. Penemuan limbah dalam jumlah besar ini bermula dari adanya laporan masyarakat. 

Kasudit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh AKBP Mulyadi mengatakan, penemuan limbah tersebut merupakan hasil dari penyelidikan terkait dugaan tindak pidana Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Pasal 161. 

Kata Mulyadi, setelah menindaklanjuti adanta laporan masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan dan dugaan tindak pidana Minerba ini diketahui dilakukan  CV berinisial NM. 

"Kegiatan penambangan ilegal tersebut berada di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Meukek, Sawang dan Labuhan Haji Timur," kata Mulyadi di Banda Aceh, Jumat (26/2/2021). 

Dia menjelaskan, kegiatan yang dilakukan CV NM adalah menampung, memanfaatkan, mengangkut mineral (Limbah penambangan illegal) dari Kecamatan Sawang menuju ke lokasi penumpukan di kantor KPLP Tapak Tuan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang. 

"Limbah yang ditumpuk di KPLP Tapak Tuan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang," ungkapnya. 

Dalam kasus tersebut, kata Dia, petugas sudah memeriksa beberapa saksi. Nantinya Ditreskrimsus juga akan memeriksa dokumen perusahaan CV NM. 

"Sudah ada tujuh saksi yang kita periksa, satu di antaranya merupakan pengawas di perusahaan tersebut dan akan terus kami dalami," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00