Setelah Yalsa Boutique, Muncul Lagi Investasi Bodong Dinar Khalifah

Foto : Ilustrasi. Munjir/RRI

KBRN, Banda Aceh : Setelah kasus dugaan investasi bodong Yalsa Boutique, Kepolisian Daerah Aceh kembali menangani kasus dugaan serupa yang kali ini dipraktikkan oleh Investasi Dinar Khalifah. 

Paket investasi yang ditawarkan oleh Dinar Khalifah beragam, mulai dari investasi uang melalui trading, umrah, rumah tipe 45, sampai investasi kendaraan roda empat. 

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy mengatakan, Ditkrimsus Polda Aceh mulai melakukan pemeriksaan berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke Polda Aceh terkait adanya dugaan praktik investasi bodong Dinar Khalifah. 

Kata Winardy, setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa investasi tersebut tidak memiliki ijin baik dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, maupun Perlindungan Konsumen. 

"Ada laporan masuk ke kita tentang dugaan investasi bodong. Setelah kita cek memang tidak ada ijin, baik itu ijin mengumpulkan uang dari masyarakat maupun ijin trading uang. Kedua kegiatan tersebut seharusnya ada ijin dari OJK," katanya di Banda Aceh, Jumat (26/2/2021). 

Sementara itu, Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Aceh Kompol Indra Novianto yang menangani kasus ini menyebutkan,  total investasi yang telah berhasil dikumpulkan oleh Dinar Khalifah selama ini adalah sekitar Rp 15 sampai dengan Rp 20 Miliyar. 

"Korban lebih kurang 250 orang," ujar Indra. 

Indra mengungkapkan, modus yang dilakukan setelah mengiming-imingin untuk ikut investasi, namun keuntungan yang dijanjikan dari investasi tersebut tak kunjung dibayar sampai jatuh tempo sesuai kesepakatan. 

Indra juga menjelaskan, pandemi Covid-19 juga menjadi kendala dalam proses pengusutan kasus ini, dikarenakan petugas harus berkoordinasi dengan saksi ahli yang berada di luar daerah. Namun ia memastikan proses penyidikan tetap berjalan dengan lancar. 

"Ada saksi ahli di luar daerah yang akan kita mintai keterangannya. Namun karena masih pandemi menjadi terkendala. Akan tetapi penyidikan itu saya pastikan tetap berjalan dengan lancar," pungkas Indra Novianto.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00