Peran Masyarakat Sangat Diperlukan Dalam Penanganan Resiko Bencana.

KBRN, Sabang: Meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penanganan resiko bencana, Badan Pennggulangan Bencana Aceh berikan bimbingan kepada masyarakat Kota Sabang.

Bimbingan penanggulangan resiko bencana dengan tema gerakan pengurangan resiko bencana berbasis ekosistem itu, dimaksudkan guna menggugah masyarakat untuk meningatkan kepedulian terhadap dampak dari suatu bencana.

Demikian dikatakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh Dr. Ilyas kepada RRI disela kegiatan yang diselenggarakan di salah satu penginapan ternama di Kota Sabang.

“Maksud dari kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran, membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, gotong royong yang baik sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana di daerahnya,” ucap Dr. Ilyas, Selasa (23/02/21).

Tambahnya, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mewujudkan masyarakat/ komunitas yang mampu mengelola dan mengurangi risiko bencana, serta meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu juga guna memperluas jaringan komunikasi sebagai agen pengkaderisasi dan volunterism dan memperkuat serta mengembangkan gerakan pengurangan risiko bencana.

Sementara itu Sekertaris Daerah Kota Sabang Drs. Zakaria, MM yang sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sabang menyambut baik kegiatan yang dilakukan BPBA ini. Menurutnya, Sabang memang sudah semestinya diadakan kegitan seperti ini, mengingat Sabang berada di tengah laut, atau rawan bencana.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan. Yang perlu diketahui bencana ini tidak bisa kita tolak dan bencana itu tidak bisa kita rencanakan. Bencana itu akan datang tanpa di duga. Yang harus kita rencanakan bagaimana kita menangulanginya, dampaknya dan resikonya,” sebut Sekdako Sabang.

Kegiatan ini melibatkan 40 peserta, baik dari unsur BPBD Kota Sabang, Dinas Pariwisata Kota Sabang, DKP Kota Sabang, Forum PRB Sabang, Bappeda Sabang, DLHK Sabang, SAR Sabang, BPKS, RAPI Sabang, Komunitas Penyelam, Komunitas HKM Aneuk Glee, serta perwakilan dari sejumlah gampong (desa) di Kota Sabang.

Adapun materi yang diberikan terkait Ancaman bencana pesisir dan mitigasi bencana, pemberdayaaan masyarakat pesisir terkait PRB, Pengembangan ekowisata dan kepariwisataan di pesisir berbasis PRB, serta Advokasi hukum lingkungan dan laut. RA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00