Jaringan Teroris ISIS Rencanakan Aksi Pengebomam di Aceh

Kombes Pol Winardy, Kabid Humas Polda Aceh. Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh : Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan, lima terduga teroris yang ditangkapndi Aceh telah merencanakan akan melakukan aksi teror bom di sejumlah lokasi. 

"Mereka akan merencananan sejumlah aksi teror bom di Aceh dan sejumlah lokasi lainya," kata Winardy di Mapolda Aceh, Sabtu (23/1/2020). 

Adapun sasaran aksi teror yang akan dilakukan kelompok ini adalah TNI, Polri dan fasilitas pemerintahan Aceh dan pemerintah pusat. Menurut Winardy, kelima terduga teroris ini terafiliasi dengan ISIS dan siap akan berangkat ke Afganistan. 

"Mereka juga berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, sasarannya TNI, Polri dan fasilitas pemerintahan serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS," ujarnya. 

Dari sejumlah barang bukti yang turut diamankan dari lima orang terduga teroris ini, membuktikan bahwa mereka ahli dalam merakit bom. Pasalnya, tim Densus menemukan sejumlah bahan baku sebagai alat untuk membuat bom. 

"Barang bukti yang diamankan dari kelima terduga pelaku teroris ini di antaranya, satu kilogram pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm. Beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi bom. Ini artinya terduga pelaku memiliki keahlian untuk merakit bom," katanya. 

Kelima terduga pelaku teroris yang diamankan adalah RA (41) dan S (36). Densus 88 pada hari Rabu (20/1/2020) sekira pukul 19.45 wib di lokasi Jalan Blang Bintang, Krueng Raya, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar berhasil mengamankan inisial RA (41) warga Langsa Kota dan inisial SA alias S (30) warga Banda Baro, Aceh Utara. 

Lokasi pengungkapan selanjutnya, pada Kamis sekira pukul 10.00 wib, di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng petugas Densus 88 berhasil mengamankan terduga teroris berisial UM alias AZ alias TA (35). 

Kemudian pada pukul 20.00 wib, Densus 88 kembali berhasil mengamankan berisial SJ alias AF (40) di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dan inisial MY (46) diamankan di Birem Puntong, Kec. Langsa Baro, Kota Langsa. 

Hingga kini tim Densus 88 masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap kelima terduga pelaku teroris. 

"Berdasarkan undang-undang, Densus 88 memiliki waktu 14 hari untuk melakukan pemeriksaan. Saat ini mereka masih diperiksa di Mapolda Aceh, jika pemeriksaan selesai dilakukan akan langsung dibawa ke Jakarta," pungkas Winardy. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00