Residivis ini Kembali Berulah Setelah Dapat Asimilasi

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha didampingi Kasubbag Humas Iptu Hardi dan Kanit Jatanras Ipda Pulung Nur Hidayat menyampaikan keterangan terkait kasus pencurian dan penggelapan yang dilakukan residivis asimilasi. Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh : YS (39) warga Desa Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh ditangkap Satreskrim Polresta Banda Aceh atas kasus pencurian dan penggelapan di tiga lokasi berbeda. 

YS merupakan seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang divonis dua tahun penjara. YS mendapat asimilasi pada bulan Oktober 2020 lalu. 

"Berdasarkan laporan dari korban pada Sabtu 16 Januari, kita selidiki kemudian pada Senin 18 Januari 2021 kita tangkap pelaku di kawasan Neusu Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, kemudian setelah ditangkap kita dikembangkan, ternyata pelaku melakukan pencurian di beberapa TKP," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP Ryan Citra Yudha di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (20/1/2021). 

Ryan menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya di tiga lokasi yaitu di warung kopi kawasan Batoh, warung nasi di kawasan Punge Blang Cut dan depot isi ulang air mineral di kawasan Neusu. 

"Pelaku melakukan aksi pencurian pada tanggal 1 Januari, kemudian pada tanggal 16 dan 17 Januari," ujar Ryan didampingi Kasubbag Humas Iptu Hardi dan Kanit Jatanras Ipda Pulung Nur Hidayat. 

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu handphone merk Vivo, Xiomi, dan Samsung. Selain itu polisi juga mengamankan satu STNK mobil Brio beserta kuncinya dan satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian. 

Adapun modus tersangka saat melakukan aksinya di tiga TKP yaitu menunggu korban lengah. "Pelaku berpura-pura akan membeli nasi, saat korban lengah tersangka mencuri hape, begitu juga di warung kopi, pelaku membawa kabur tas milik korban yang saat itu dititipkan di meja kasir. Korban sebelum melakukan aksinya telah memantau situasi dan kondisi," ungkapnya. 

Ryan menyampaikan, kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait sepeda motor yang disita dari pelaku karena tidak memiliki surat lengkap. 

"Kita masih selidiki apakah sepeda motor itu juga barang hasil curian, begitu juga STNK mobil Brio dan kuncinya," sebut Ryan. 

Dari pengakuan tersangka, dia melakukan aksi tersebut karena terdesak ekonomi. "Motif ekonomi. Namun perbuatan tersangka sudah berulang-ulang. Harusnya tersangka tidak lagi melakukan perbuatan itu," katanya. 

Kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh. Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal tentang pencurian dan  pengelapan dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00