FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Gubernur Aceh Imbau Masyarakat Tidak Meragukan Kehalalan Vaksin

KBRN, Banda Aceh: 15 Pejabat public di tingkat provinsi Aceh termasuk Gubernur Nova Iriansyah menjadi penerima vaksin perdana. Penyuntikan vaksin berlangsung jum’at (15/1) pukul 10.45 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Usai divaksin, Gubernur Aceh menyampaikan masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin, karena sudah teruji keamanan dan halal.  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyatakan vaksin sinovac aman, dengan tingkat keampuhan mencapai 65,3 persen. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjamin vaksin tersebut halal dan suci.

“Kehalalan suatu produk menjadi hal yang penting bagi masyarakat Aceh, dan itu sudah terpenuhi pada vaksin ini. Dari awal pengujian sudah dalam pemantauan MUI maupun Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, jadi dapat dipastikan tidak ada kandungan haram didalamnya,” ujar Nova.  

Dalam waktu bersamaan, pejabat public di kota Banda Aceh dan Aceh Besar juga disuntik vaksin di masing-masing Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Selanjutnya mulai 16 januari, vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan di tingkat provinsi, Banda Aceh dan Aceh Besar. Sedangkan untuk kabupaten/kota lain di Aceh, vaksinasi dimulai pada 15 Februari 2021.

Sebelumnya, Fasilitator vaksin covid Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,  Dr.dr. Kurnia Fitri Jamil menegaskan, setelah disuntik vaksin, bukan berarti penerima dapat mengabaikan protokol kesehatan. Penerapan 3M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak harus tetap dilakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00