Gempa Banda Aceh, BMKG Sebut Ada Aktivitas Subduksi

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar Djati Cipto Kuncoro. Foto : RRI/Munjir

KBRN, Banda Aceh : Gempa bumi berkekuatan 5,0 Skala Richter yang mengguncang Kota Banda Aceh merupakan gempa dangkal akibat subduksi. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar Djati Cipto Kuncoro di Banda Aceh, Sabtu (5/12/2020). 

Seperti diketahui, gempa bumi mengguncang kota Banda Aceh pada Sabtu (5/12/2020) dini hari sekitar pukul 03.09 WIB. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan  Naik dengan kombinasi geser  (Oblique-Thrust)," jelas Djati. 

Hasil analisis BMKG, kata Djati menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo  M=4.9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5.18 LU dan 94.36 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 165 km arah Barat Daya Banda Aceh, Aceh pada kedalaman 13 kilometer. 

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Banda Aceh II-III (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujarnya. 

Menurut Djati, hingga pukul 05.34 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00