Tipu-Tipu Berkedok Umrah Senilai Rp 1,5 Miliar

KBRN, Banda Aceh : Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan pemilik agen perjalanan travel umroh dengan  kerugian yang dialami para jamaah senilai hampir Rp 1,5 miliar.

“Dua tersangka yang ditangkap berinisial AH (40) warga Aceh Utara dan KA (33) warga Banda Aceh. AH merupakan pemilik travel Elhanief dan KA pemilik travel PT Istiqlal,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono didampingi Wadirreskrimum AKBP Wahyu Kuncoro saat konfrensi pers di Mapolda Aceh, Jumat (4/12/2020).

Ery mengatakan, ada dua kasus penggelapan dan penipuan berkedok umroh dengan modus hampir sama, yaitu menerima sejumlah uang dari calon jamaah umroh namun tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci.

Kabid Humas menjelaskan, untuk kasus travel Elhanief jumlah korban mencapai 47 orang dengan total kerugian mencapai Rp 891 juta.

“Kerugian akibat kasus ini 891 juta, modusnya pemilik travel Elhanif berinisial AH. Para korban mendaftar sebagai calon jamaah umroh pada april 2018 pada agen travel di Aceh Tengah dengan biaya umroh Rp 17-23 juta dengan iming-iming akan diberangkatkan pada Desember 2019,” ungkap Ery.

Namun hingga tahun 2020, pihak travel tak kunjung memberangkatkan para jamaah. Sehingga para korban merasa tertipu dan melaporkan kasus ini ke Polda Aceh.

 “Hingga tahun 2020, travel Elhanief tidak memberangkatkan jemaah umroh tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sambung Kabid Humas, pemilik travel Elhanief tak kunjung memberangkatkan calon jamaah umroh karena perusahaan travel miliknya mengalami kebangkrutan.

“Karena perusahaan travel mengalami kebangkrutan dan uang yang disetor dipergunakan untuk menutupi biaya pemberangkatan jemaah di tahun 2017. Kemungkinan besar pada tahun 2021 akan ada masyarakat yang melaporkan lagi pihak travel Elhanif karena mereka dipastikan tidak diberangkatkan juga. Kalau memang tidak diberangkatkan akan dilaporkan juga,” beber Ery.

Sementara itu, pada kasus penipuan berkedok umroh yang dilakukan oleh PT Istiqlal tercatat ada 27 orang jamaah menjadi korban.

“Ada empat LP (Laporan Polisi) sejak tahun 2019. Korban 27 orang, kerugian totalnya Rp 608 juta,” kata Ery.

Pada kasus ini, jelas Ery, pemilik travel juga tak kunjung memberangkatkan jamaah umroh ke tanah suci. Padahal para korban telah mendaftar sejak tahun 2018. “Janjinya diberangkatkan pada Desember 2019, namun hingga sekarang tidak diberangkatkan,” sebutnya.

Pemilik travel PT Istiqlal berinisial KA diketahui telah menggunakan uang yang disetor oleh jamaah untuk membayar hutan dan keperluan pribadi.

“Tidak diberangkatkan jamaah yang telah mendaftar karena pemilik travel telah menggunakan uang tersebut untuk bayar hutang dan digunakan kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Kini kedua tersangka telah ditahan di Mapolda Aceh dan dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan dengan ancaman kurungan penjara selama empat tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00