Pendisiplinan Protokol Kesehatan Untuk Memutus Mata Rantai Covid 19

KBRN, Singkil:  Pendisiplinan Protokol Kesehatan belakangan ini terus dilakukan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia. Bahkan saat ini gerakan 3M, yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, terus disosialisasikan, untuk mengingatkan masyarakat bahwa tiga hal tersebut sangat efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid 19.

Mengapa pendisiplinan protokol kesehatan sangat penting.  Karena dengan adanya kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan, maka upaya memutus mata rantai Covid 19 dengan cepat dapat dilakukan.   

Seperti disampaikan Dulmusrid, Bupati Aceh Singkil, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Aceh Singkil,  bahwa  pendisiplinan Protokol Kesehatan sangat penting, khususnya di Kabupaten Aceh Singkil, di tengah kondisi Covid 19 yang semakin meluas.  Karena itu untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, masyarakat harus selalu mengikuti Protokol Kesehatan.  Yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.

“Masyarakat harus taat dan patuh dengan surat edaran pemerintah.  Menyangkut dengan Virus Penyebaran Corona yang sudah merajalela ke Aceh Singkil, agar seluruh masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan. Yaitu memakai keluar rumah, mencuci tangan, dan juga harus hindari jarak.

Dulmusrid mengatakan mengingat Pendisiplinan Protokol Kesehatan sangat penting, Pemerintah sudah terus mensosialisasikan Protokol Kesehatan.  Baik melalui media, melalui berbagai kegiatan. bahkan sampai tingkat desa.    

“Kita Pemerintah sudah cukup menyampaikan.  Baik melalui media, melalui rapat-rapat, melalui Pemerintah Daerah menyampaikan kepada bawahan kita, baik Puskesmas, Rumah Sakit, dan Desa. Tapi kalau kita kembali, ini kan penyakit yang tidak nampak.  Kalau kita katakan ujian dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.  Disamping menjaga protokol kesehatan, ya harus juga berikhtiar, berdoa, memohon kepada Sang Khalik untuk dijauhkan kita dari bencana Covid 19 itu,” kata Dulmusrid.

Dari sisi kesehatan,  Protokol Kesehatan, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak, sangat baik untuk menjaga diri dari berbagai paparan virus.   Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Erwin, SKM,  pendisiplinan Protokol Kesehatan adalah sebagai upaya untuk menjaga diri kita dan orang lain dari paparan Virus.  Karena  tidak bisa diketahui siapa yang menjadi penyebar virus.

“Tiga itu saja yang lain tidak ada.  Kita tidak tahu kan siapa yang menyebarkan, siapa yang membawa virus.  Apalagi dia sering ke luar daerah.  Kuncinya kita saja, lain ga ada,” tutur Erwin.

Menurut Erwin,  Penanganan Covid 19 akan sullit dilakukan apabila masyarakat tidak disiplin dalam menjaga protokol kesehatan.  Dia sangat menyesalkan, karena di Aceh Singkil masih banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Selama ini sudah dilakukan oleh aparat pemerintah, baik dari Satpol PP, Kepolisian, pas Razia saja orang memakai masker.  Buktinya kita lihat di Pajak-pajak satupun tidak memakai masker, tetap berkerumunan, tidak menjaga jarak.  Bagaimana kita memutus rantai penyebaran Covid. Kalau ke jalur kesehatan kita sudah instruksikan seluruh petugas kesehatan, baik di Kecamatan, di Puskesmas Kecamatan, sampai ke bidan desanya, itu sudah kita anjurkan,” ujar Erwin.

Pandemi Covid 19, merupakan bencana non alam yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.  Total Kasus hari ini  mencapai 406.945 orang, dengan jumlah meninggal sampai 13.782, dirawat 58.868 orang, dan sembuh 334.295 orang.

Di Kabupaten Aceh Singkil Saat ini sebaran Covid 19 juga terus bertambah.  Sampai dengan 30 Oktober 2020, kasus warga terkonfirmasi positif Covid 19 sudah mencapai 124 orang, bahkan sudah ada 1 orang warga meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid 19.   Namun tingkat kesembuhan cukup tinggi, mencapai 110 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil  M. Ichsan, mengatakan sebaran Covid 19 saat ini terjadi di daerah yang cukup banyak penduduk., seperti Kecamatan Gunung Meriah dan Kecamatan Simpang Kanan.  Dengan potensi penularan yang cukup tinggi, maka sangat penting melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita himbau kepada masyarakat supaya memang benar-benar taat melaksanakan protokol kesehatan, supaya sebaran ini tidak meluas,” imbuhnya.

Di Aceh Singkil, pendisiplinan Protokol Kesehatan mulai gencar dilakukan.  Sejak 1 Oktober 2020  Pemerintah Daerah menggelar Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan, berupa Razia bergilir di setiap Kecamatan.  Dalam operasi ini pelanggar protokol kesehatan, akan dikenakan sanksi, baik berupa sanksi denda maupun sanksi sosial.  Penindakan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Dan sesuai Peraturan Bupati Aceh Singkil, Nomor 32 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19 di Kabupaten Aceh Singkil.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol - PP dan WH) Kabupaten Aceh Singkil, Ahmad Yani mengatakan Operasi Yustisi dilakukan di tempat keramaian, perusahaan dan kantor pemerintah.  Setiap pelanggar akan dikenakan sanksi, tanpa terkecuali.

“Ke Cafe-cafe, ke rumah makan juga ke pasar rakyat kita tetap laksanakan.  Termasuk ke perusahaan yang ada disini. Kita akan door to door, juga sampai ke instansi Pemerintah.  Jika nanti Instansi pemerintah melanggar kantornya, kita kenakan ke PP 53," tegas Ahmad Yani.

Berdasarkan data sementara, rincian pelanggar Protkes yang terjaring dalam Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan, yaitu:  mendapat sanksi denda sebanyak 39 orang, dengan uang denda yang terkumpul Rp 2.050.000, dan pelanggar yang mendapat sanksi sosial sebanyak 168 orang.

Mengingat pentingnya Protokol Kesehatan ini, kesadaran masyarakat juga sudah cukup tinggi dalam menerapkannya.  Seperti diungkapkan Ibu Ida, salah satu warga Kecamatan Singkil mengatakan dalam kesehariannya selalu menerapkan protokol kesehatan.  Namun ia berharap Pemerintah dapat meningkatkan masalah kesehatan, dan meningkatkan penjagaan terhadap penyebaran Covid 19.

“Keluar memakai masker, kemudian pulang dari luar mencuci tangan, dan menghindari tempat ramai.  Saya berharap Pemerintah lebih meningkatkan lagi masalah kesehatan, dan lebih meningkatkan penjagaan terhadap Covid,” harap Ida.

Warga lainnya, Fauzan mengatakan selama ini tetap menerapkan protokol kesehatan.  Serta mengharapkan Pemerintah memperketat Protokol Kesehatan dan mencegah warga asing masuk ke Aceh Singkil

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00