Pemuda Dituntut Mampu Kokohkan Bingkai NKRI

KBRN, Sabang: Melalui semangat kepemudaan di momen sumpah pemuda 28 Oktober 2020, pemuda di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia khusunya dari Kota Sabang, diharapkan mampu menjadi pemersatu bangsa.

Ucapa tersebut diucapakan Albina Arrahman salah seorang aktifis kepemudaan di Kota Sabang. Dikatakan pria yang pernah menjabat sebagai ketua Pengurus Besar Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sabang (PB.IPPEMAS) priode 2004- 2006 ini, Sumpah pemuda sejatinya adalah wujud dari adanya kesatuan hati dan fikiran para pemuda.

“Kesatuan hati ini akan terus ada selama cita-cita untuk mewujudkan bangsa yang adil dan sejahtera masih tertanam dalam hati para pemuda bangsa. Andaikan pun negara ini tidak ada lagi, maka yakinlah kesatuan hati para pemuda ini akan tetap ada. Karena ini kesatuan cita-cita dan mimpi bersama anak muda serumpun sebangsa,” Ucap Albina, Kamis (29/10/20).

Tambahnya, kesatuan hati dan pikiran para pemuda adalah pondasi utamanya bagi negara ini. Oleh karena itu membingkai dan menjaga semangat jiwa para pemuda indonesia adalah sebuah kewajiban. Karena hal tersebut merupakan modal utama bangsa mulai dari ujung barat Sabang hingga Papua.

“Mengapa sumpah pemuda lebih dulu ada sebelum negara ini merdeka dan diakui dunia. Karena kesatuan hati dan pikiran para pemuda adalah pondasi utamanya bagi negara ini. Oleh karena itu membingkai dan menjaga semangat jiwa para pemuda indonesia adalah sebuah kewajiban kita saat ini.”

Hal serupa juga diutarakan Komandan Kodim 0112 Sabang Letnan Kolonel (Czi) Istiyarto, S. T. Dikatakan, Pemuda merupakan ujung tobak negara. Pemuda juga merupakan sebagai tulang punggung dari sebuah negara.

“Segala Zaman telah membuktikan bahwa pemuda adalah ujung tombak di semua negara. Berkaitan dengan kondisi yang kita hadapi saat ini harapan saya pemuda dapat menempatkan diri sebagai tulang punggung bagai mana untuk mengantisipasi menghidupkan dan menegakkan keutuhan negara,” Pinta Dandim Istiyarto.

Dalam menghadapi kondisi pandemi, pemuda juga diminta mampu menepis segala informasi hoax yang kerapkan terjadi di tengah masyarakat. Dia juga meminta pemuda di era digitalisasi ini, mampu berlaku bijak dalam menggunakan media sosial dalam bentuk apapun. RA

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00