Ditlantas Polda Aceh Bersama Jajarannya akan Gelar Operasi Zebra Seulawah

 KBRN, Banda Aceh : Ditlantas Polda Aceh bersama jajaran Satlantas Polres akan menggelar Operasi Zebra Seulawah 2020 selama 2 minggu mulai sejak 26 Oktober 2020.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Ery Apriyono, S.I.K, M.Si dalam siaran persnya, Kamis (22/10/2020) menjelaskan, tujuan digelarnya operasi Zebra tersebut untuk mengurangi jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menurunnya lokasi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sesuai dengan karakteristik wilayah masing - masing.

Selama digelar operasi tetap memedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 secara preemtif , preventif dan persuasif juga humanis serta terciptanya situasi kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman,"ungkap Ery Apriono.

Dikatakan Kabid Humas, dalam Operasi Zebra 2020 yang menjadi target operasi adalah prioritas pelanggaran meliputi, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan Helm SNI, pengemudi roda empat yang melebihi batas maksimal kecepatan, mabuk pada saat mengemudikan ranmor, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan Safety Belt, pengemudi ranmor yang melawan arus dan pengendara Ranmor yang masih di bawah umur.

Sementara tugas pokok Polantas dalam Operasi Zebra, yaitu, Polantas sebagai pengerak revolusi mental dan pelopor ketertiban di jalan raya serta pelopor keselamatan melalui sarana media sosial atau ruang publik melaksanakan “Operasi Kepolisian Kewilayahan Tingkat Polda dan Polres/Ta “ dengan sandi Ops Zebra Seulawah 2020 selama 14 hari terhitung mulai tanggal 26 Oktober s/d 08 November 2020 dalam bentuk kamseltibcar lantas.

“Mengedepankan kegiatan preemptif , preventif dan penegakan hukum” guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polantas dalam rangka pencegahan/ penularan Covid-19 di jalan, "ujar Kabid Humas.

Ditlantas Polda Aceh mengimbau kepada masyarakat Aceh, agar dapat melengkapi surat SIM dan STNK saat mengendarai kendaraan bermotor. "Bagi pengendara sepeda motor wajib menggunakan Helm SNI dan pengemudi mobil wajib menggunakan Safety Belt atau sabuk keselamatan,"pintanya.

"Kami informasikan kepada masyarakat, selama 2 minggu, Polantas akan menggelar razia kendaraan bermotor, apabila ditemukan pelanggaran akan ditilang dan pelanggar wajib menghadiri sidang di pengadilan negeri," pungkas Kabid Humas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00