Hasil Swab keluar Positif COVID-19 di Sabang, Pasien telah Meninggal Dunia

IGD sempat ditutup sementara
Ruang Isolasi RSUD Kota Sabang
PLT Ka. Dinas Kesehtan Kota Sabang_H. Sajuddin S.H
PLT Kadis didampingi Kasi kabid dan kasi Dinkes Kota Sabang

KBRN, Sabang : Penambahan satu Kasus Positif COVID-19 di Kota Sabang dilaporkan Jum’at (14/8/2020). Kasus Positif tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel Swab Pasien S asal Kecamatan Sukakarya Kota Sabang, yang telah meninggal dunia.

Kota Sabang menambah satu pasien positif COVID-19 dari hasil uji sampel usap (Swab) dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium Unsyiah Banda Aceh. Hasil terkonfirmasi positif itu merupakan hasil pemeriksaan Swab Pasien S (62) asal Kecamatan Sukakarya yang telah meninggal Dunia 2 hari lalu sebelum hasil swab nya keluar malam tadi.

"ini ahsil kita dari pemeriksaan sampel pasien yang kita kirimkan ke Laboroatorium unsyiah bukan di Lakesda, Jadi bukan kita ada-adakan" ujarnya Jum’at (14/8/2020).

Dengan demikian secara Kumulatif sudah ada 2 orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Sabang. 1 berhasil sembuh dan seorang lagi meninggal dunia 2 hari lalu. Hal itu dibenarkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang H. Sajuddin S.H. kepada RRI Pagi ini. Dia Menerangkan Pasien S sempat di isolasi di Rumah Sakit Umum Kota Sabang karena batal di rujuk ke Banda Aceh, Karena ruangan penuh di Rumah Sakit rujukan Seperti RSUZA dan Meuraxa.

“ jadi kita positif corona virus bertambah 1 orang menjadi 2 orang. Yang satu sudah berhasil sembuh, dan kemarin satu pasien dari Kecamatan Sukakarya telah meninggal dunia, dan sempat diisolasi di Rumah sakit umum Kota Sabang. Sebelum meninggal di ambil sampel swab dan tadi malam hasilnya keluar positif” tambahnya.

Dikatakan Sajuddin dengan keluarnya hasil swab Almarhum pada hari ini pihaknya berencana bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sabang melakukan treking kepada pihak keluarga dan masyarakat yang sempat melayat maupun berinteraksi langsung dengan pasien, Baik selama dirawat, maupun saat menangani jenazah.

“kita sudah berkoordinasi dengan tim gugus tugas, nanti akan kita coba ke keluarga untuk treking siapa-siapa saja yang sudah kontak dengan almarhum. Kemungkinan akan di rapid dan rumah akan kita desinfektan sekitarnya, banyak juga yang melayat saat meninggal” jelas Sajuddin.

Dia Menambahkan agar masyarakat lebih memperketat penerapa Protokol Kesehatan seperti pemakaian masker dan menjaga jarak  guna memutus mata rantai COVID-19 yang kian mengkhawatirkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00