Penyandang Disabilitas Ditangkap Saat Mengemis Minta Dilepas

KBRN, Banda Aceh : Dewan Pengurus Cabang Persatuan Tuna Netra Indonesia (DPC-Pertuni) Kota Banda Aceh meminta kepada Pemko Banda Aceh agar dapat melepas kembali dua orang penyandang disabilitas yang ditertibkan karena jadi pengemis dipersimpangan jalan.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Tuna Netra Indonesia (DPC-Pertuni) Kota Banda Aceh M Nur Abdullah mengatakan, pihaknya mendukung Pemko Banda Aceh melakukan penertiban gelandangan dan pengemis namun hendaknya tidak menertibkan yang dari kalangan penyandang disabilitas.

“Saya sampaikan bahwa pengemis bukan pekerjaan yang diinginkan oleh semua anggotanya, tapi terpaksa dilakukan untuk mencari makan untuk menmghidupi keluarga terutama anak dan isteri/suami,’ujar M Nur Abdullah, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, karena selama Covid-19 sejak Maret 2020 lalu kalangan penyandang disabilitas semunya jadi pengangguran karena sudah hilang pekerjaan sebagai tukang pijat akibat tidak ada pasien.

Untuk itu M Nur Abdullah yang dibenarkan sejumlah penyandang disabilitas lainnya memohon kepada Pemko Banda Aceh apabila penyandang disabilitas tidak boleh jadi pengemis di persimpangan jalan agar dicari solusi untuk membantu kehidupan mereka.

“Terus terang dulu sewaktu belum adanya Covid-19 penyandang tuna netra yang berprofesi sebagai tuklang pijat banhyak pasien, kami sangat mendukung kebijakan Dinas Sosial Kota Banda Aceh menertibkan penyang disabilitas jadi pengemis,”ungkapnya.

M Nur Abdullah mengakui, selama Kota Banda aceh dibawah kepemimpinan Wali Kota H Aminullah Usman telah banyak membantu pihaknya, hanya saja dalam kondisi seperti selama ini sedang pandemi Covid-19 kehidupan mereka sangat memprihatinkan.

“Kami tau diri tidak mungkin mengharapkan penuh bantuan dari Wali Kota Banda Aceh saja, namun membutuhkan juga uluran tangan dari berbagai pihak lain terutama dari Pemerintah Aceh yang hingga sekarang belum pernah membantu dalam bentuk apapun untuk kami,”tuturnya lagi.

Untuk itulah kata M Nur Abdullah, karena selama ini belumm ada cara lain maka untuk mencari makan dan menghidupi keluarga maka mereka terpaksa turun ke jalan-jalan jadi pengemis.

“Sekali lagi kami sampaikan kami tidak bermaksud menentang kebijakan Wali Kota Banda Aceh pak H Aminullah Usman apalgi kami jelas-jelas telah mendukung kemengannya menjadi Wali Kota tiga tahun yang lalu,”ungkap M Nur Abdullah yang mengaku ketua Timses A-Z dari penyandang disabilitas.

Ia juga menyinggung tentang Wali Kota H Aminullah Usman telah menandatangani Perwal masalah ketenagakerjaan penyandang disabilitas sekitar setahun yang lalu tapi hingga sekarang Perwal tersebut belum pernah disosialisasikan .

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial Kota Banda Aceh berkerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) yang sedang melakukan aksi di persimpangan jalan Kota Banda Aceh.

Dalam penertiban tersebut dari sejumlah Gepeng yang ditangkap dua diantaranya kalangan penyandang disabilitas yaitu Ruslan dan Zainal Abidin yang sama-sama sudah punya tanggungan karena sudah bekeluarga, bahkan sudah dikaruniai anak-anak.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00