Ruangan perawatan Penuh, Pasien Reaktif di Sabang, Gagal di rujuk ke Banda Aceh.

Kabid Perawatan RSUD Kota Sabang_Ns. Ibnu Mastur S.Kep
Sejumlah petugas IGD RSUD Sabang harus menjalani isolasi-6/8/2020 dini ajhri
petuags bersiap mengevakuasi pasien ke ruang isolasi_6/8/2020 dini ahri
Desinfektan di ruang X-Ray_6/8/2020 dini hari

KBRN, Sabang : Seorang warga Kota Sabang dinyatakan reaktif setelah menjalani Rapid test dan foto Rongten thorax Rabu malam tadi. Pasien dengan gejala demam dan sesak nafas, Masih di isolasi di RSUD Kota Sabang Menunggu rujukan ke Banda Aceh karena fasilitas medis yang terbatas.

Pasien dengan gejala demam dan sesak nafas dinyatakan reaktif setelah di lakukan rapid test selanjutnya pemeriksaan foto rontgen thorax di RSUD Kota Sabang. Pasien asal Kecamatan Sukakarya SY (62) tersebut merupakan salah seorang staf di salah satu Kantor Gheucik di Sabang.

Direktur RSUD Kota Sabang Dr. Edi Suharto melalui Kabid Perawatan RSUD Kota Sabang Ns. Ibnu Mastur S. Kep mengungkapkan saat ini pasien masih dirawat di ruang Isolasi rumah sakit tersebut karena belum bisa di rujuk ke Banda Aceh karena ruangan masih penuh. Dalam Keteranganya kepada RRI tadi malam pasien masuk ke IGD dengan keluhan sesak nafas, demam dan batuk sekitar pukul 21.00 wib malam tadi. 

“tadi masuk sekitar pukul 21.00 wib dengan keluhan sesak nafas, demam dan batuk, jadi kita curiga COVID, Maka kita periksa dengan foto rontgen, dan dari hasil gambaran foto rongten memang mengarah kesana. Dan setelah di konsultasikan dengan dokter anastesi di Banda Aceh memang itu sudah mengarah kepada COVID-19” ujarnya  Kamis (6/8/2020) dini hari.

Dikatakan Ibnu mastur yang juga Ketua PPNI Kota Sabang itu, Kemungkinan besar pihaknya akan mencoba ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh pada Kamis (6/8/2020) Pagi ini. Ia juga menjelaskan ruangan Instalasi Gawat Darurat  untuk sementara tidak menerima pasien, dan dialihkan ke RSAL J.Lilipor Kota Sabang. Disamping itu sekitar sepuluh tenaga medis di ruangan itu juga menjalani Isolasi mandiri.

“tadinya kita akan merujuk pasien, sudah berkoordinasi dengan pengangkutan kapal nya sudah oke. Namun dari pihak COVID centernya di Banda Aceh katanya ruangan sudah penuh. Besok kita akan coba bernegosiasi lagi. Karena dengan kondisi pasien seperti ini sudah selayaknya di rujuk, Apalagi  kita juga fasilitas ventilatornya belum ada” tambah Mastur.

Pantauan RRI di lokasi pada Kamis dini hari, ruangan X-Ray langsung disemprot desinfektan, Sesuai Prosedur Kesehatan. Dan rencananya pagi ini seluruh ruangan IGD juag akan dilakukan penyemprotan.

Dalam Laporan terakhir tim Gugus Tugas Aceh ada 1 Penambahan kasus Positif di Sabang per 5 Agustus yang berasal dari luar Sabang, Sementara Pasien SY asal Sabang masih menunggu hasil swab dari Banda Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00