Penumpang ke Sabang Wajib Bawa Surat Kesehatan dan Bebas Covid-19

KBRN, Banda Aceh : Kota Sabang kembali membuka diri untuk kunjungan wisatawan dan layanan transportasi laut juga kembali normal. Namun setiap penumpang yang ingin ke daerah wisata ini diminta untuk penuhi sejumlah syarat. 

"Setiap penumpang diminta surat kesehatan," kata Husna salah satu warga Sabang yang berdomisili di Banda Aceh, Selasa (2/6/2020). 

Namun menurutnya, aturan tersebut tidak semudah yang dibayangkan seperti yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Sabang. Belum lagi banyak penumpang yang tidak mengetahui tentang sejumlah syarat yang diberlakukan. 

"Kami dapat informasi bahwa penyeberangan Banda Aceh-Sabang kembali normal, kapal ekspres sudah kembali berlayar, kapal Roro juga berlayar dengan jadwal normal, tapi penumpang yang ingin ke Sabang masih diminta sejumlah syarat, ini masih sama saja seperti aturan yang diberlakukan sebelumnya," ungkap Husna. 

Belum lagi, pengurusan surat kesehatan tidak mudah di dapat. "Saya tadi pagi ingin pulang ke rumah orang tua saya di Sabang, begitu tau ada syarat harus buat surat kesehatan, saya langsung pergi ke puskesmas Lueng Bata," sebutnya. 

Namun saat tiba di Puskesmas tersebut, petugas di sana justru menyarankan untuk mengambil surat kesehatan di rumah sakit rujukan Covid-19 pemerintah Aceh yaitu di RSUD Zainoel Abidin. 

"Petugas Puskesmas bilang bahwa tidak bisa dikeluarkan surat kesehatan, disarankan mengambil surat kesehatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh," tuturnya. 

Mengetahui syaratnya cukup sulit, sehingga Dia mengurungkan niatnya untuk bepergian ke Sabang. "Saya khawatir, kalau ambil surat kesehatan di RSUDZA malah nanti disuruh rapid test dan itu harus bayar. Belum lagi nanti kalau hasilnya tidak pasti, kalau positif bagaimana? Ini justru sangat ribet dan prosedur terlalu panjang," keluhnya.

Pemberlakuan surat kesehatan bagi penumpang di Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh sudah dimulai sejak Senin (1/6/2020) kemarin. Setiap penumpang yang ingin membeli tiket harus mengantri terlebih dahulu untuk menyerahkan surat kesehatan kepada petugas. Kemudian setelah mendapat rekomendasi baru calon penumpang bisa membeli tiket di loket kapal ekspres. 

"Kalau KTP non Sabang tapi masih di wilayah provinsi Aceh harus punya surat kesehatan, kalau tidak ada, maka tidak bisa berangkat," ujar salah satu petugas keamanan yang berjaga di pelabuhan Ulee Lheu kepada RRI. 

"Silahkan ambil surat kesehatan di Puskesmas, klinik atau rumah sakit," tambahnya. 

Namun bagi calon penumpang yang berasal dari luar provinsi Aceh harus memiliki surat bebas Covid-19. "Jika surat itu tidak ada juga tidak bisa berangkat ke Sabang," tegasnya lagi. 

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Sabang, Bahrul Fikri dalam keterangan pers menyampaikan, kebijakan itu merupakan hasil rapat bersama unsur Forkopimda yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Sabang dengan nomor 440/3111 tanggal 1 Juni 2020, tentang pengaturan aktivitas transportasi penyeberangan dan wisata dalam rangka penanganan virus corona (Covid-19).

Wisatawan yang akan berkunjung ke Sabang juga diwajibkan menggunakan masker, kemudian untuk pelaku wisata, wajib menyiapkan sarana cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh.

“Sesuai surat edaran, lokasi wisata sudah di buka kembali dan transportasi laut sudah diizinkan beroperasi,” kata Bahrul. 

Sementara untuk hotel dan penginapan lainnya, harus tetap mengedepankan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona di Pulau Weh tersebut. “Pengusaha hotel atau penginapan harus melakukan penyemprotan cairan desinfektan setiap harinya,” ujarnya.

Bahrul bilang kapal cepat dan Ferry Roro untuk sementara hanya beroperasi satu kali dalam satu hari, dengan pembatasan penumpang maksimal 50 persen dari kapasitas kapal. Bagi calon penumpang yang memiliki KTP dan berdomisili di Sabang, dan akan melakukan perjalan dari atau menuju ke Sabang, maka diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan di pelabuhan.

Kemudian, bagi calon penumpang yang tidak ber-KTP Sabang dalam provinsi Aceh, maka wajib melengkapi surat kesehatan yang dikeluarkan dari rumah sakit, Puskesmas, atau klinik kesehatan lainnnya.

Sedangkan calon penumpang kapal dari unsur ASN, TNI/Polri, pegawai BUMD dan BUMN dan pegawai swasta yang bekerja di Sabang, cukup menunjukkan surat identitas bekerja di Sabang dari instansi masing-masing.

“Calon penumpang asal dari luar Provinsi Aceh atau memiliki riwayat perjalanan 14 hari sebelumnya dari daerah transmisi lokal Covid-19, maka wajib memiliki hasil yang menunjukkan negatif corona dari uji sampel swab metode PCR,” ucapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00