Pertimbangan Kemanusiaan 16 Kru Yacht asing bertahan di Sabang

KBRN, Sabang : 16 Kru asing kapal layar (Yacht) yang terlanjur masuk ke Sabang, hingga kini masih bertahan di Sabang, karena alasan Kemanusiaan, Kendati demikian Kru kapal tidak di izinkan turun ke daratan. 

16 Kru WNA dari 8 kapal Yacht masih diizinkan berada di Sabang. Saat ini mereka berada di Kawasan teluk Sabang di kawasan Gampong Kuta Timu Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Namun sejak dikeluarkannya Seruan Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang, Para WNA yang rata-rata berasal dari Eropah dan  Amerika ini tidak diizinkan lagi untuk turun ke daratan, dan tetap tinggal di kapal layar mereka.  

Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Sabang Sutarmo, Untuk kebutuhan seperti makanan dan minuman para WNA ini dapat memanggil petugas dari Kesyahbandaran melalui radio komunikasi di Channel tertentu.  Dan Makanan dan air akan di pasok melalui perantara yang diberikan di salah satu dermaga disana.  

“kita telah melakuak yang terbaik meimdahkan mereka dekat dermaga BPKS ini agar mudah di pantau. Kalau makanan dan air mereka biasanya menghubungi radio  komunikasi di channel 16, dan kita standby dan ada perwakilan untuk memebeli akakanan mereka dan ada yang jemput di dermaga BPKS. Mereka ada yang datang sejak 29 Februari ada juga yang baru datang di Maret ini. ada yang merupakan peserta Sabang Marine Festival, juga rally West of Wisata yang nota bene sudah di batalkan” ujarnya Senin (23/03/2020).   

Ditambahkan Sutarmo ke 16 kru kapal ini berkebangasaan campuran dan berasal dari Amarika, Thailand dan Belanda, masih diizinkan berada di Sabang dengan alasan Kemanusiaan. Rata-rata Sutarmo mereka tidak dapat kembali karena Negara asal sudah di Lockdown. Menurut Sutarmo hal ini pun sudah di komunikasikan dengan Pemerintah Kota Sabang. 

“ kita pada prinsipnya ingin mereka kembali, tapi mereka ada yang mau pulang ke Malaysia namun Malaysia sudah di Lock Down, juga ada yang khusus perjalanan nya hanya ke Sabang artinya Sabang only. Jadi tidka bi sakemana-mana. Jadi kalau kita paksakan mereka pulang akan terkatung-katung. Jadi ada pertimbangan kemanusiaan juga. Tapi hal ini sudah kita laporkan ke Pemko” tambahnya. 

Untuk kebutuhan para Yachter kata Sutarmo tidak ditanggung Pemerintah Kota, dan keberadaan para WNA ini pun tidak dapat diperkirakan sampai kapan, Karena tergantung di bukanya kembali Negara-negara asal ataupun tujuan dari perjalalan mereka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00