Modus Pura-pura Pergoki Istri Selingkuh, Pasangan ini Malah Ditangkap Polisi

KBRN, Banda Aceh : Ada-ada saja modus kejahatan saat ini. Sepasang suami istri di Banda Aceh terpaksa berurusan dengan polisi lantaran terlibat kasus pemerasan. 

Modus kejahatannya adalah, dengan cara berpura-pura menggerebek istri selingkuh. Kemudian sang korban diperas harta bendanya. 

Adalah RR (47) warga Lampaseh Aceh, Banda Aceh dan CM (33) warga Keuramat Luar, Kota Sigli. Keduanya diciduk Personel Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh di Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara. 

"Keduanya sekongkol melakukan tindak pidana pemerasan terhadap korban berinisial THM," kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK. 

Taufik menyebutkan kedua pelaku tersebut merupakan suami isteri.

"Korban THM warga Banda Aceh dituduh oleh RR telah melakukan mesum dengan CM, karena pada saat tersebut THM dan CM sedang berada di Gues House Simpang Lima, Banda Aceh," terangnya. 

Kronologi kejadian saat korban THM dihubungi oleh CM (isteri siri RR) mengajak untuk chek in di penginapan Gues House Simpang Lima Banda Aceh. Kemudian THM menjemput CM di desa Lamdom, Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh menggunakan mobil Toyota Sienta warna putih Nopol B 2359 TKX menuju penginapan tersebut, lanjut Taufiq.

"Setiba di Gues House, keduanya masuk ke dalam kamar dan tiba - tiba  tersangka RR memergoki THM dan CM didalam kamar, seraya memaksa korban THM untuk memberikan sejumlah uang sebagai catatan damai karena sudah melakukan mesum dengan tersangka CM," ungkap Taufiq. 

THM tidak memiliki uang sesuai dengan permintaan tersangka RR, dan THM menyerahkan mobil miliknya kepada kedua tersangka dengan membuatkan satu lembar kwitansi. 

Tiga hari kemudian korban menjumpai  tersangka RR di kawasan Lamdom, Banda Aceh untuk mengambil mobil miliknya tersebut dan diketahui bahwa mobil milik korban THM sudah tidak ada lagi dan sudah dipindah tangankan kepada orang lain dan sampai saat ini tidak diketahui keberadaan mobil tersebut.

Mendapat laporan tersebut, kata Taufiq, langsung mengerahkan Unit Pidana Umum (Pidum) dipimpin oleh Kanit Pidum, Ipda M. Hadimas, STrk melakukan penyelidikan keberadaan kedua tersangka sesuai dengan nomor polisi LPB / 267 / XII / YAN.25 / 2019 / SPKT tanggal 24 Desember 2019 dan berhasil ditangkap di Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Minggu (19/1/2020). 

"Kedua tersangka pemerasan dan penggelapan tersebut dibidik Pasal 368 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun ke atas," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00