Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Utara

KBRN, Aceh Utara : Seekor bayi gajah Sumatera ditemukan mati di kawasan hutan Dusun Batu Uleu antara wilayah perbatasan antara Kecamatan Cot Girek dengan Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Kamaruzzaman saat dikonfirmasi RRI membenarkan adanya penemuan bangkai bayi gajah tersebut. Dia mengatakan, bayi gajah itu ditemukan mati pada Kamis (9/1/2020) lalu oleh warga setempat. 

Mendapat laporan tersebut, tim dari BKSDA dan petugas terkait langsung datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi gajah ini berjenis kelamin betina dan diperkirakan usianya 4 hingga 6 minggu. 

Kondisi bangkai gajah ini saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk dan tinggal tulang dan tengkorak. Diduga kuat bayi gajah ini mati karena kelelahan dan dehidrasi. Petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda diracun atau kena jerat pada bangkai gajah tersebut.

BKSDA juga menurunkan tim dokter untuk melakukan penyelidikan dan outopsi berupa mengambil sampel pada bangkai gajah. Tim dokter mengambil sampel berupa tengkorak kepala dan panggul, kemudian sisa-sisa otot dan sejumlah bagian tubuh lainya. 

“Sudah dilakukan kegiatan autopsi bayi gajah di wilayah perbatasan Cot Girek, dengan Paya Bakong.

Hasil outosi menyebutkan, dari besaran lingkar kaki, telinga, kerangka tubuh dan struktur gigi diperkirakan usia satwa kurang lebih 4-6 mingguan (masih sangat rentan terhadap kematian),” kata Kamaruzzaman, Senin (13/1/2020). 

“Kondisi bangkai ditemukan sudah membusuk (autolisis), umur kematian diperkirakan +- 2 minggu. Besar kemungkinan kematian satwa disebakan oleh kelelahan dan dehidrasi dikarenakan tidak ditemukan bekas jerat (kawat atau tali), sisa bekas racun seperti buah atau makanan untuk mengelabui racun ataupun rumpt yang tercemar racun (pembasmi rumput/herbisida), kontak listrik serta jauh dari kebun masyrakat dan pemukiman,” bebernya. 

“Adapun sampel yang diambil adalah tengkorak kepala dan panggul (untuk menentukan jenis kelamin, dan hasil analisanya  jenis kelamin satwa adalah betina), sisa-sisa otot/jaringan bagian abdomen (jika diperlukan untuk dilakukan uji toxicology),” tambahnya. 

Penemuan gajah mati di Aceh Utara ini menambah sederat kasus kematian gajah di Aceh pada awal tahun 2020. Beberapa minggu lalu, petugas BKSDA juga menemukan lima ekor gajah Sumatera mati di Desa Tuwi Pria Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya. Kawanan satwa dilindungi ini diduga mati karena tersengat arus listrik yang dipasang pada pagar kawat kebun sawit milik warg. Kini kasus tersebut telah ditangani oleh aparat kepolisian setempat. (Foto: Dok BKSDA) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00