Ibu yang Seret Anak Kandung di Banda Aceh : “Saya Khilaf dan Menyesal”

KBRN, Banda Aceh : NI (31) Ibu Rumah Tangga yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur tertunduk lesu saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ulee Lheu Banda Aceh.

NI ditangkap pada Sabtu (30/11/2019) di rumahnya yang berada di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh setelah videonya viral di medsos. Dalam video yang direkam warga itu, ibu dua anak ini melakukan tindakan kekerasan terhadap anak pertamanya yang masih berusia 3 tahun. Tersangka NI menyeret korban dengan cara memegang pada kaki sejauhu 15 meter.

Baca juga : Seorang Bocah Perempuan Diseret, Diduga Pelaku Ibu Kandung 

Berdasarkan hasil visum, korban mengalami beberapa luka memar di bagian tangan dan kaki. Selain itu korban juga mengalami trauma.

Di hadapan awak media dan Kapolsek Ulee Lheu AKP Ismail, di Mapolsek Ulee Lheu Banda Aceh, Senin (2/12/2019), NI mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

“Saya menyesal dan mengaku khilaf telah melakukan perbuatan tersebut. Saya sangat sayang kepada anak saya. Saya janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi,” ucap NI sambil menangis dan menutup wajahnya dengan kerudung.

Namun demikian, NI telah mengakui perbuatannya dan dia siap untuk menjalani proses hukum.

“Saya siap menjalani proses hukum,” ujarnya.

Kapolsek Ulee Lheu AKP Ismail mengatakan, saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Kita telah memeriksa sejumlah saksi, dan saat ini NI ditahan dan akan dititipkan di cabang rutan khusus wanita di Lhoknga Aceh Besar,” kata Ismail.

Ismail menjelaskan, kasus ini bermula ketika sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Wanita tersebut terlihat menyeret bocah perempuan yang masih berumur 3 tahun di halaman rumahnya yang berada di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. 

Belakangan terungkap, wanita tersebut berinisial NI (31) warga Kabupaten Pidie. Pelaku diduga telah menganiaya anak kandungnya sendiri dengan cara menyeret korban sejauh 15 meter. 

Dijelaskan Ismail, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat tanggal 29 November 2019 lalu. Setelah mendapat rekaman video di media sosial, polisi langsung melacak keberadaan rumah pelaku, dan pelaku berhasil diamankan pada Sabtu (30/11/2019) dini hari. 

Baca juga : Ibu yang Siksa Anak Kandung di Banda Aceh Diamankan Polisi 

Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatanya. Pelaku mengaku kesal terhadap korban sehingga melakukan tindak pidana penganiayaan. 

“Menurut pengakuan pelaku, dia kesal terhadap anaknya (korban) karena mencabut tanaman cabai milik tetangga, mungkin tidak tahan karena terus ditegur oleh tetangga sehingga pelaku menganiaya korban dengan cara menyeretnya dengan memegang di kaki. Pelaku mengaku emosi sehingga khilaf, tapi proses hukum tetap berlanjut,” beber Ismail. 

Kapolsek Ulee Lheu mengatakan, pelaku tetap harus menjalani proses hukum meskipun memiliki anak kedua yang berusia 1,8 bulan. 

Baca juga : Polisi tetap Proses Hukum Ibu yang Aniaya Anak Kandung di Banda Aceh 

“Korban ini anak pertama berusia 3 tahun, dan pelaku juga memiliki anak kedua yang usianya masih 1,8 bulan. Tentu untuk korban dan adiknya juga butuh perhatian serius karena masih kecil. Dalam hal ini, kita berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Kementerian Sosial untuk penanganan korban, karena diketahui selain mengalami trauma, korban juga mengalami beberapa luka memar di bagian kaki dan tangan,” ungkap Kapolsek.  

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pasal 80 ayat 1 dan pasal 44 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00