Ibu yang Siksa Anak Kandung di Banda Aceh Diamankan Polisi

KBRN, Banda Aceh : Polisi mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang diduga telah menganiaya anak kandungnya berinisial NN (3). 

Sebelumnya, kasus ini diketahui setelah sebuah video viral di media sosial. Di dalam video tersebut terlihat korban diseret oleh ibunya sendiri. Ibu korban menarik di bagian kaki korban lalu diseret, padahal korban terlihat menangis sejadi-jadinya. 

Belakangan diketahui pelaku berinisial NI (31). Peristiwa itu terjadi di Dusun Jambu Air, Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh pada Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 08.00 WIB. Perilaku keji yang dilakukan NI kepada anaknya ini terungkap setelah videonya direkam oleh warga. 

"Kronologis kejadian pada hari Jumat Tanggal 29 November 2019 sekira pukul 08.00 wib pelaku melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara menyeret sejauh 15 meter menggunakan tangannya sendiri di halaman rumah milik pelaku," kata Kapolsek Ulee Lheu AKP Ismail pada wartawan, Minggu (1/12/2019). 

Saat ini, sebut Ismail, pelaku telah diamankan di kantor Mapolsek setempat untuk diperiksa lebih lanjut. 

"Pelaku diamankan di kantor kepolisaan didampingi oleh istri Geuchik (kepala desa) dan perangkat desa lainnya. Pada Pukul 02.00 Wib Pelaku beserta 2 orang anak telah diamankan di kantor Kepolisian Sektor Ulee Lheue, untuk dilakukan pemeriksaan," ujarnya. 

Kapolsek menjelaskan, pelaku tega menganiaya anaknya sendiri diduga karena kesal. 

"Pelaku kesal kepada anaknya karena telah mencabut dan menggambil buah cabe milik tetangga yang tidak jauh dari rumah pelaku," ucapnya. 

Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku setelah viral di akun Instagram, sehingga petugas langsung melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat. 

"Untuk identitas pelaku berhasil di ketahui pada Pukul 00.30 tanggal 01 Desember 2019 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan perangkat Desa Gampung Pie. Pelaku tinggal di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pelaku bersama anaknya sudah tinggal di rumah tersebut selamat tiga bulan yang lalu," ujarnya. 

Pelaku juga diketahui merupakan Istri kedua dari Anggota TNI AD yang berdinas di Peukan Baru Provinsi Riau dan terakhir berjumpa pada bulan September 2019.  

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00