Cegah Stunting, Sektor Kesehatan Fokus Pada 3 Kelompok Sasaran

KBRN, Banda Aceh : Kadinkes Aceh, dr. Hanif menyebut bahwa dalam upaya pencegahan stunting di Aceh sektor kesehatan untuk fokus pada intervensi spesifik pada 3 kelompok sasaran. Kelompok sasaran itu adalah remaja putri, ibu hamil dan balita.

Kelompok sasaran yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan adalah pada saat sebelum hamil, pada saat hamil dan pada anak balita. Hal ini menurut Hanif, sangat penting untuk mencegah anak lahir Stunting.

Pada saat sebelum hamil, ada kelompok remaja putri. Pada kelompok ini yang menjadi program prioritas adalah pembelian tablet tambah darah (TTD) dan rutin screening anemia. Pemberian TTD ini harus diberikan pada semua remaja putri, tingkat SMP dan SMA diseluruh Aceh selama 52 Minggu dalam setahun.

"Pemberian tablet tambah darah ini diharapkan dapat diberikan secara rutin pada hari yang sama pada semua remaja putri setiap minggunya, selama 52 Minggu dalam setahun", ujar Hanif saat memberikan arahan kepada Kadinkes dan Penanggung Jawab Program Gizi dari 23 Kabupaten/Kota pada pertemuan Penguatan Surveillans Gizi Melalui e-PPGBM di Provinsi, yang berlangsung di Aula Bapelkes Aceh, Senin, 15/08.

Kelompok sasaran selanjutnya yang perlu menjadi perhatian kita dikesehatan adalah pada ibu hamil. Mulai pemeriksaan kehamilan (ANC) selama 6 kali, pada tenaga kesehatan terlatih, dua diantaranya harus dilakukan oleh tenaga dokter.

"Bumil, selama hamil harus periksa kehamilan sebanyak 6 kali, minimal 2x ANC harus dengan dokter, selebihnya boleh sama tenaga kesehatan lainnya. Bumil juga harus meminum Tablet Tambah Darah minimal 90 tablet selama hamil. Khusus pada ibu hamil KEK, harus disertai dengan pemberian makanan tambahan berupa protein hewani", jelas Kadinkes Aceh itu lagi.

Pada kelompok ketiga, sasarannya adalah anak balita. Dikelompok ini, mulai dari pemantauan tumbuh kembang, memastikan bayi mendapatkan ASI ekslusif sejak lahir hingga anak berusia 6 bulan.

Kemudian juga pemberian makanan tambahan protein hewani bagi baduta. Tatalaksana balita dengan masalah gizi seperti merujuk balita dengan masalah gizi ke Puskesmas atau Rumah Sakit, pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang dan gizi buruk.

Hal selanjutnya yang penting untuk cegah stunting pada balita adalah, upaya peningkatan cakupan dan perluasan jenis imunisasi pada balita, baik imunisasi dasar, imunisasi rutin maupun imunisasi tambahan.

Jadi, yang sangat penting itu, intervensi yang diberikan pada kelompok pertama dan kedua. Tanpa mengabaikan kelompok ketiga juga tentunya.

"Intervensi spesifik yang kita berikan ke remaja putri tujuannya agar jangan sampai mereka kekurangan zat besi. Kemudian juga pemberian TTD ke ibu pada saat hamil, tujuannya juga jangan sampai terjadi kekurangan zat besi dan kekurangan gizi. Harapannya, agar jumlah anak stunting yang akan lahir nantinya akan terus berkurang di Aceh", harap Kadinkes Aceh itu.

Pertemuan penguatan surveilans gizi melalui e-PPGBM di Provinsi ini diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan dan kasie gizi dari 23 Kabupaten Kota se-Aceh. Narasumber kegiatan ini berasal dari Dinas Kesehatan Aceh, dan Bappeda dan BKKBN.

Tujuan pertemuan ini diantaranya untuk meningkatkan kualitas data inputan e-PPGBM, yang sangat diperlukan dalam percepatan penurunan angka stunting di Aceh. Jika kualitas dan cakupan data inputan baik dan berkualitas, maka data ini bisa digunakan oleh petugas dilapangan untuk segera melakukan intervensi jika ditemukan ada balita yang bermasalah, sehingga masalah ini dapat segera ditangani.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar