Setelah di KUA Peunaron, Kini 12 Pasutri Ikuti Isbat Nikah di Idi Tunong

KBRN, Aceh Timur : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur, H. Salamina,S.Ag, MA, Kamis (30/6/2022) membuka secara resmi acara pelaksanaan Isbat Nikah, di KUA Kecamatan Idi Tunong. 

Dalam sambutan dan arahannya, orang nomor satu dilingkungan Kemenag Aceh Timur menyampaikan, a pelaksanaan Isbat Nikah ini adalah bagian dari kerjasama antara Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur dengan Mahkamah Syar'iyah Idi. 

"Kerjasama tersebut adalah bagian dari program Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur dalam rangka memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar H.Salamina

Dalam kesempatan tersebut, H.Salamina menaruh harapan besar dengan adanya Isbat Nikah di Kecamatan Idi Tunong memberikan status hukum bagi masyarakat yang belum memiliki Buku Nikah yang sebelumnya pernikahan mereka tidak dicatat secara resmi di kantor KUA kecamatan.

“Syukur Alhamdulillah di bulan ini  kita sudah dua kali melaksanakan Isbat Nikah yang pertama  pada Selasa 28 Juni 2022 yang lalu kita melaksanakan isbat nikah di KUA Kecamatan Peunaron yang diikuti 20 pasangan suami istri (pasutri), dan Alhamdulillah hari ini pada Kamis 30 Juni 2022 kita laksanakan isbat nikah di Kecamatan Idi tunong," ucap mantan Kakankemenag Aceh Utara dan Kakankemenag Aceh Tamiang ini.

H.Salamina mengharapakan kepada seluruh Kepala KUA se-Aceh Timur agar  menginformasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka melaksanakan pernikahannya di KUA.

"Apalagi pernikahan di KUA Gratis. Namun saat ijab kabul pernikahan dilakukan di luar KUA maka dikenakan biaya Rp 600 ribu," bandingnya.

H.Salamina menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan Pernikahan di tempat-tempat qadhi liar.

"Ini merupakan sebuah kerugian bagi masyarakat, dan bahkan kita semua megetahui  bahwasanya pernikahan itu sebuah hal yang sangat sakral. Ikatan yang suci maka harut dicatat di negara," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Idi Tunong, Drs. H. Syahrul, menyampaikan, terdapat 12 pasangan suami istri yang mengikuti Sidang Isbat Nikah berasal dari Kecamatan idi Tunong.

"Sebenarnya masih banyak pasangan suami istri yang belum tercatat pernikahannya pada KUA, namun yang mengikuti sidang baru 12 pasturi, dan sisanya akan dijadwalkan lagi berikutnya" terang H.Syahrul.

Lebih lanjut H.Syahrul mengucapkan terimakasih Kepada Mahkamah Syar’iyah Idi Rayeuk dan seluruh stakeholder yang terlibat didalamnya yang sudah bersedia datang ke kecamatan Idi Tunong.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar